Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Calon Tunggal, Adipt Maraja Berpeluang Terpilih Aklamasi di Muscab HIPMI Bontang

    Juli 11, 2026

    Meniru Rawa Nusantara, Rahasia Air Ideal untuk Ikan Cupang

    Juli 11, 2026

    10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali di Tahun 2026

    Juli 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran
    Pemerintah

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    SittiBy SittiMei 29, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pemprov Kaltim masih menargetkan penyelesaian pemasangan jaringan internet di 38 desa tersisa yang terkendala listrik dan anggaran. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program internet desa yang menjadi bagian dari program Gratispol Pemerintah Provinsi Kaltim belum sepenuhnya rampung hingga pertengahan 2026.

    Dari total 841 desa yang menjadi target pemasangan jaringan internet, masih terdapat 38 desa yang belum terpasang layanan akibat keterbatasan anggaran dan belum tersedianya akses listrik.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, sebagian besar desa sebenarnya sudah menikmati layanan internet melalui program tersebut. Namun sejumlah wilayah terpencil masih menghadapi kendala mendasar, terutama persoalan elektrifikasi.

    “Dari 841 desa, 804 sudah terpasang. Sisanya 38 desa memang masih menunggu anggaran perubahan dan ada juga yang terkendala karena listriknya belum ada,” ujarnya saat ditemui, Jumat, 29 Mei 2026.

    Persoalan listrik menjadi tantangan utama dalam penyelesaian program internet desa. Sebab jaringan internet tidak mungkin dioperasikan tanpa pasokan listrik yang memadai.

    “Kalau listrik tidak ada, ya bagaimana caranya pasang internet,” katanya.

    Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp5 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk mendukung penyelesaian pemasangan jaringan internet di desa-desa tersisa.

    “Pak Gubernur kasih sekitar Rp5 miliar untuk anggaran perubahan. Mudah-mudahan cukup, kita maksimalkan,” ucap Faisal.

    Meski demikian, situasi pengetatan anggaran saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi percepatan program digitalisasi desa. Kendati begitu, Diskominfo Kaltim tetap optimistis target penyelesaian dapat terus dikejar secara bertahap.

    Faisal menjelaskan, kewenangan Diskominfo hanya sebatas penyediaan jaringan dan layanan internet. Sementara persoalan listrik berada di bawah kewenangan sektor energi dan PLN.

    “Kominfo hanya jaringan dan internetnya. Listrik bukan kewenangan kami,” tegasnya.

    Ia menyebut PLN sebelumnya menargetkan seluruh wilayah bebas dari persoalan elektrifikasi pada 2030. Namun target tersebut kini dipercepat menjadi 2027 hingga 2028, termasuk untuk wilayah Kaltim.

    “PLN targetnya sekarang dipercepat jadi 2027 atau 2028. Mudah-mudahan 2027 selesai. Kalau listrik ada aman, tapi kalau listrik enggak ada bagaimana? Masa pakai genset terus,” katanya.

    Program internet desa menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim untuk memperluas akses digital hingga wilayah pedalaman dan terpencil.

    Selain mendukung pelayanan publik dan pendidikan, jaringan internet juga diharapkan membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat desa.

    Namun di lapangan, persoalan infrastruktur dasar seperti listrik masih menjadi hambatan utama pemerataan layanan digital di sejumlah kawasan pelosok Kaltim.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Bayar Sekali Setahun Bebas Parkir Tepi Jalan, Begini Skema Kartu Berlangganan Baru di Samarinda

    Juli 11, 2026

    Tindak Lanjuti LHP BPK, Pemprov Kaltim Tata Ulang Pemanfaatan Aset Daerah

    Juli 10, 2026

    Percepat Swasembada Pangan, DPTPH Kaltim Andalkan Petani Muda Lewat 70 Brigade Pangan

    Juli 10, 2026

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Kaltim Tegaskan RTH Tak Boleh Lagi Dialihfungsikan untuk Berjualan

    Juli 10, 2026

    Kerap Picu Insiden, Perbaikan Lampu Jalan Jembatan Achmad Amins Mulai Dilelang Bulan Depan

    Juli 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Calon Tunggal, Adipt Maraja Berpeluang Terpilih Aklamasi di Muscab HIPMI Bontang

    R’syaJuli 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Adipt Maraja berpeluang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang…

    Meniru Rawa Nusantara, Rahasia Air Ideal untuk Ikan Cupang

    Juli 11, 2026

    10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali di Tahun 2026

    Juli 11, 2026

    5 Tanda Social Battery Habis, Kenali Bedanya dengan Antisosial

    Juli 11, 2026

    Gerindra Dorong 70 Persen Dana Probebaya Dialihkan untuk Pelatihan Kerja Warga

    Juli 11, 2026
    1 2 3 … 3,207 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.