Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS
    Lifestyle

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    R’syaBy R’syaMei 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi pembayaran melalui QRIS (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari membeli makanan, membayar parkir, hingga berbelanja kebutuhan harian cukup dengan memindai kode QR melalui ponsel dan transaksi dapat selesai dalam hitungan detik.

    Kemudahan tersebut membuat masyarakat semakin terbiasa meninggalkan uang tunai. Namun di balik kenyamanan itu, sejumlah penelitian menunjukkan adanya fenomena psikologis yang membuat uang digital terasa lebih mudah dibelanjakan dibandingkan uang fisik.

    Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai cashless effect. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Retailing pada 2024 menemukan bahwa konsumen cenderung mengeluarkan lebih banyak uang saat menggunakan metode pembayaran nontunai dibandingkan uang tunai.

    Fenomena tersebut berkaitan dengan teori pain of paying yang diperkenalkan oleh profesor ekonomi dan psikologi dari Drazen Prelec dan George Loewenstein dimana teori ini menjelaskan bahwa seseorang mengalami semacam “rasa sakit” psikologis ketika mengeluarkan uang.

    Saat membayar menggunakan uang tunai, seseorang dapat melihat dan merasakan langsung jumlah uang yang berpindah dari dompetnya. Sebaliknya, pembayaran digital berlangsung lebih cepat dan minim gesekan sehingga pengeluaran terasa kurang nyata. Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah melakukan pembelian tanpa banyak pertimbangan.

    Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology juga menemukan bahwa pembayaran melalui perangkat digital dapat mengurangi pain of paying. Bahkan, dalam beberapa kasus, kemudahan transaksi justru menciptakan pengalaman yang menyenangkan sehingga mendorong keinginan untuk berbelanja lebih banyak.

    Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa teknologi pembayaran digital bukanlah penyebab utama seseorang menjadi boros. Faktor yang lebih menentukan adalah kebiasaan pengelolaan keuangan, kemampuan mengendalikan diri serta tingkat literasi finansial masing-masing individu.

    Perencana keuangan menilai pembayaran digital seperti QRIS justru dapat membantu masyarakat mencatat pengeluaran dengan lebih rapi karena seluruh transaksi tersimpan dalam aplikasi. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi pola konsumsi dan menyusun anggaran bulanan yang lebih terukur.

    Di era transaksi serba cepat, tantangan terbesar bukan lagi membawa uang tunai dalam dompet, melainkan menjaga kesadaran terhadap setiap rupiah yang dibelanjakan. Sebab, ketika proses pembayaran semakin mudah, kemampuan mengendalikan pengeluaran menjadi semakin penting.

     

    cashless effect Ekonomi QRIS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Diserbu Wisatawan Saat Libur Iduladha, Area Publik IKN Dipenuhi Pengunjung

    Mei 29, 2026

    Tanggal Tua Tapi Kebagian Daging Kurban? Anak Kos Bisa Coba 7 Menu Simpel Ini

    Mei 28, 2026

    Momentum Iduladha Dongkrak Ramainya Coto Makassar H Kasim, Sajian Daging dan Laut Jadi Buruan

    Mei 27, 2026

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Fenomena Gen Z Belum Menikah di Usia Ideal, Realistis Jadi Prinsip

    Mei 24, 2026

    Anti Alot dan Prengus, Begini Cara Tepat Mengolah Daging Kurban

    Mei 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    R’syaMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code…

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Kabar Gembira, Ribuan Rumah di Bontang Dapat Sambungan Listrik Gratis 900 Watt

    Mei 29, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.