Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Samarinda helmi Abdullah mengungkapkan kedekatannya dengan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) Budisatrio Djiwandono telah terjalin sejak Budisatrio dipercaya mewakili Kaltim di parlemen.
Hubungan tersebut, menurut Helmi tidak hanya sebatas komunikasi internal partai, tetapi juga menjadi jalur untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kaltim di tingkat nasional.
Helmi mengatakan hampir setiap kali Budisatrio melakukan kunjungan kerja ke Kaltim, Samarinda selalu menjadi titik awal agenda kegiatannya. Sebagai Ketua DPC Gerindra Samarinda, Helmi mengaku rutin mendampingi sekaligus menyiapkan berbagai agenda yang berkaitan dengan masyarakat.
“Beliau mengambil dapil di sini. Jadi kalau ke Kaltim pasti parkirnya ke Samarinda dulu. Karena saya Ketua DPC Samarinda, kami selalu berkomunikasi,” ujar Helmi, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Helmi, komunikasi yang dibangun tidak berhenti pada pembahasan organisasi partai. Setiap kunjungan Budisatrio dimanfaatkan untuk memetakan berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat agar dapat menjadi perhatian di tingkat pusat.
Gaya kerja Budisatrio juga berbeda dengan kebanyakan kunjungan politik yang identik dengan kegiatan seremonial. Kata Helmi, Budisatrio lebih memilih turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan warga.
“Kalau dengan Pak Budisatrio beliau sukanya kalau sudah di Samarinda itu blusukan. Langsung saja datang menemui masyarakat,” katanya.
Pola tersebut membuat berbagai persoalan dapat diketahui secara langsung tanpa harus menunggu laporan formal dari berbagai pihak. Aspirasi yang diperoleh saat blusukan kemudian menjadi bahan pembahasan dan tindak lanjut di DPR RI.
“Jadi kalau dengan Pak Budisatrio itu dia sukanya kalau sudah di Samarinda ini blusukan. Datangi-datangi langsung, spontanitas saja,” ucapnya.
Selain mendampingi setiap kunjungan di daerah, Helmi juga mengaku kerap menjadi penghubung komunikasi antara masyarakat Kaltim dengan Budisatrio ketika anggota DPR RI tersebut berada di Jakarta.
Banyak kader maupun masyarakat yang memanfaatkan akses komunikasi tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
“Kalau teman-teman dari Kaltim ke sana, kita bisa akses langsung dengan beliau. Kadang kalau beliau ada di kantor DPR RI, kami langsung datang menyampaikan aspirasi,” tuturnya.
Helmi menilai hubungan komunikasi yang terbuka memberikan keuntungan bagi masyarakat karena berbagai persoalan daerah dapat lebih cepat diteruskan kepada wakil rakyat yang memiliki kewenangan di tingkat nasional.
“Jadi ada jembatan untuk menyampaikan aspirasi itu secara langsung,” jelasnya.
Lanjut Helmi, Budisatrio juga terus mendorong kader Gerindra di Kaltim agar aktif menggali potensi daerah dan melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing.
“Pak Budisatrio sering menyampaikan Kaltim ini punya banyak potensi. Jadi nanti coba cari yang memang berkualitas,” ujarnya.
Setiap kali Budisatrio mengagendakan kunjungan ke Samarinda, jajaran DPC Gerindra langsung menyiapkan kegiatan yang disesuaikan dengan isu-isu aktual di masyarakat. Karena itu, agenda yang disusun tidak hanya berupa konsolidasi internal partai, tetapi juga dialog bersama kelompok masyarakat.
“Kalau ada pesan dari Pak Budisatrio mau bikin kegiatan, kami langsung siap,” katanya.
Pada kunjungan sebelumnya Budisatrio sempat bertemu kelompok buruh di Samarinda. Dalam kesempatan lain, Budisatrio juga mengecek langsung ketersediaan beras dan minyak goreng di Perum Bulog Samarinda sebelum melanjutkan dialog bersama akademisi dan mahasiswa untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Bagi Helmi, pola kerja tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kader partai di daerah dan anggota DPR RI tidak semata-mata untuk kepentingan politik elektoral, tetapi juga menjadi sarana mempercepat penyampaian aspirasi masyarakat Kaltim ke tingkat nasional.
“Yang terpenting adalah bagaimana aspirasi masyarakat tidak berhenti di daerah, tetapi bisa diperjuangkan sampai ke pusat,” pungkasnya.

