Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu
    Kesehatan

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait kasus dugaan kawat medis tertinggal di tubuh pasien usai menjalani tindakan pemasangan ring jantung di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

    Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) masih menunggu hasil resmi Root Cause Analysis (RCA), yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan laporan hasil investigasi hingga kini masih berada di tingkat Kementerian Kesehatan dan belum diterima pemerintah provinsi.

    “Mudah-mudahan minggu ini bisa diserahkan agar cepat,” kata Jaya, di Samarinda, Senin, 21 Juni 2026.

    Menurutnya, tim RCA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek yang berkaitan dengan kasus tersebut.

    Pemeriksaan tidak hanya mencakup tindakan medis yang dilakukan. Tetapi juga aspek manajemen rumah sakit hingga tata kelola pelayanan klinis.

    “Kalau root cause analysis semuanya akan dievaluasi. Termasuk dari manajemen, unit pelayanan sendiri, hingga yang berkaitan dengan tata kelola klinis,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, investigasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai unsur profesional. Mulai dari organisasi profesi dokter spesialis jantung, Komite Nasional Keselamatan Pasien, hingga komite medik rumah sakit.

    Meski belum mengetahui isi laporan secara rinci, Jaya memastikan hasil investigasi nantinya akan diumumkan kepada publik.

    “Untuk detail hasilnya saya belum tahu, karena RCA ini mencakup keseluruhan masalah. Tapi nanti pasti diumumkan. Kita tunggu saja,” katanya.

    Kasus tersebut bermula dari tindakan medis yang dijalani pasien berinisial EW di RSUD AWS pada 19 Februari 2026.

    Saat itu pasien menjalani prosedur kateterisasi jantung yang dilanjutkan dengan pemasangan stent atau ring jantung akibat keluhan nyeri dada.

    Namun setelah tindakan dilakukan, pasien dilaporkan masih mengalami nyeri hebat, termasuk saat menjalani cuci darah rutin.

    Kondisi tersebut mendorong keluarga membawa pasien untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.

    Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut, dokter menemukan adanya sisa kawat (wire) yang diduga tertinggal atau terputus setelah prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) yang sebelumnya dilakukan di ruang Cathlab RSUD AWS.

    Temuan itu kemudian menjadi perhatian publik dan mendorong Kementerian Kesehatan RI melakukan investigasi melalui mekanisme Root Cause Analysis.

    Tim investigasi diketahui telah melakukan pemeriksaan langsung di RSUD AWS pada 4 hingga 5 Juni 2026.

    Hingga kini, hasil resmi investigasi masih menunggu penyampaian dari Kementerian Kesehatan sebagai dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut maupun rekomendasi perbaikan pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

     

    Jaya Mualimin Root Cause Analysis (RCA) RSUD AWS RSUD AWS Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Tinjau RSUD AWS, Rudy Mas’ud Janji Penuhi Keluhan Masyarakat, Akan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Kesehatan

    Juni 23, 2026

    Dinkes Kaltim Dukung Penanganan Pengguna Narkoba di Lapas dan Rutan Melalui Pendekatan Kolaboratif

    Juni 22, 2026

    Musim Hujan, DBD Pencegahannya Harus Dimulai dari Rumah

    Juni 21, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Nur AjijahJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait kasus dugaan kawat medis tertinggal di tubuh pasien usai menjalani tindakan…

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.