Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri
    Ekonomi

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 23, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pengamat Ekonomi Unmul, Khairil Anwar (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Memang memberikan optimisme bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

    Namun, kondisi tersebut belum serta merta menjadikan Samarinda sebagai kota yang mandiri secara ekonomi.

    Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Khairil Anwar menilai, Kota Samarinda hingga kini masih menghadapi persoalan mendasar dalam pembangunan ekonomi. Yakni tingginya ketergantungan terhadap, pasokan barang dan modal dari luar daerah.

    “Hype IKN memang membuat Samarinda bergairah. Tetapi harus diakui bahwa sejak dulu kita membawa hampir semua kebutuhan dari luar. Pangan dari luar, berbagai kebutuhan lainnya juga dari luar,” ujar Khairil saat menjadi narasumber Diskusi Publik, Minggu, 21 Juni 2026.

    Ia menilai belum ada pemimpin yang benar-benar mampu membawa Samarinda keluar dari pola ekonomi konsumtif. Akibatnya, pertumbuhan kota lebih banyak ditopang aktivitas perdagangan dan konsumsi dibandingkan sektor produksi yang menghasilkan nilai tambah bagi daerah.

    “Akibatnya kota ini tidak pernah pindah. Kita hanya tumbuh menjadi kota konsumtif. Banyak pembangunan, banyak pusat perdagangan, tetapi pertanyaannya apa yang benar-benar kita hasilkan di sini?” katanya.

    Khairil juga mempertanyakan, kontribusi sektor pengolahan yang hingga kini belum menjadi kekuatan utama ekonomi Samarinda. Padahal, sektor tersebut dinilai penting untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

    “BPS mencatat ada sektor pengolahan. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya diolah? Kalau ingin berdikari, harus ada kemampuan menghasilkan dan memberi nilai tambah terhadap produk yang kita miliki,” ujarnya.

    Selain itu, ia menyoroti kepemilikan modal dalam berbagai proyek dan usaha yang berkembang di Samarinda.

    Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui sejauh mana keuntungan ekonomi yang tercipta benar-benar dinikmati warga lokal.

    “Yang dibangun itu milik siapa? Pemodalnya siapa? Kalau modalnya dari luar dan keuntungan akhirnya kembali ke luar daerah, maka manfaat yang tinggal untuk masyarakat lokal menjadi sangat terbatas,” ungkapnya.

    Khairil mengingatkan, semangat berdikari yang pernah diperkenalkan Presiden pertama RI, Soekarno, bukan berarti menolak investasi dari luar.

    Namun, masyarakat daerah harus mampu mengambil peran dan memperoleh manfaat ekonomi yang nyata dari perkembangan yang terjadi.

    “Ukuran berdikari itu bukan berarti semuanya harus milik kita. Tetapi masyarakat mampu menikmati, terlibat, dan mendapatkan penghasilan dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di daerahnya sendiri,” jelasnya.

    Ia juga menyinggung kondisi pelaku usaha kecil yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

    Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berusaha dan berkembang.

    “Jangan sampai izin untuk usaha besar mudah diberikan, sementara masyarakat kecil justru kesulitan mendapatkan kepastian tempat untuk berjualan dan mencari nafkah,” katanya.

    Khairil menilai, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada kemegahan fisik kota.

    Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan harus diukur dari kemampuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

    “Kalau masyarakat hanya menjadi penonton di tengah pembangunan yang berlangsung, maka kita belum benar-benar maju. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang membuat masyarakat ikut tumbuh bersama kotanya,” pungkasnya.

     

    Ekonomi IKN Khairil Anwar Universitas Mulawarman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Aliansi BEM se-Unmul Kritik Kehadiran Wamen Mugiyanto, Pertanyakan Arah dan Substansi Uji Publik RUU HAM

    Juni 23, 2026

    Kenaikan Harga Avtur Tak Surutkan Langkah Maskapai Buka Rute Samarinda–Melak

    Juni 23, 2026

    Pengamat Ekonomi Khairil Anwar Minta: APBD Lebih Berpihak pada Wong Cilik

    Juni 22, 2026

    Menggerakkan Kembali Aktivitas Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Siapkan Anggaran Rp3 Miliar Pasang Sistem Sliding Door

    Juni 21, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026

    1.667 Lulusan Diwisuda, Rektor Unmul: Awal Perjalanan Menuju Kontribusi Nyata

    Juni 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.