Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025
    Kesehatan

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 19, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Virus HIV AIDS (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan HIV bersama tuberkulosis (TB) jadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Karena masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang wajib dipenuhi.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 492 kasus HIV ditemukan sepanjang tahun 2025.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr. Nata Siswanto, mengatakan, program penanggulangan HIV terus berjalan beriringan. Dengan penanganan AIDS karena keduanya memiliki keterkaitan yang erat, baik dari sisi deteksi maupun pengobatan.

    “Untuk tahun 2025, jumlah kasus HIV yang ditemukan di Kota Samarinda sebanyak 492 kasus positif,” kata Nata.

    Meski belum memiliki data pembanding dari seluruh kabupaten dan kota, di Kalimantan Timur (Kaltim) Nata menilai secara logis, angka tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi di provinsi ini mengingat Samarinda merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Kaltim.

    “Secara logika, karena jumlah penduduk Samarinda paling banyak, kemungkinan memang menjadi yang tertinggi,” ujarnya.

    Menurut Nata, penanganan HIV dan TB menjadi perhatian serius pemerintah. Karena keduanya termasuk dalam 12 indikator Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan yang menjadi tolok ukur kinerja pemerintah daerah.

    Ia menjelaskan, capaian program penanggulangan penyakit menular seperti HIV. Akan menjadi bagian dari evaluasi pelayanan kesehatan yang harus dipertanggungjawabkan pemerintah daerah kepada masyarakat.

    Dinkes Samarinda terus mendorong upaya deteksi dini, pemeriksaan rutin bagi kelompok berisiko. Serta pengobatan berkelanjutan, bagi pasien yang telah terdiagnosis.

    Langkah tersebut dinilai penting, untuk menekan angka penularan. Sekaligus, meningkatkan kualitas hidup penyandang HIV.

    Selain penguatan layanan kesehatan, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat. Untuk menghilangkan stigma, terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sehingga mereka dapat, mengakses layanan pemeriksaan dan pengobatan tanpa rasa takut atau diskriminasi.

    Dengan tingginya jumlah kasus yang ditemukan, Dinkes berharap, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara sukarela semakin meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    Bulan Vitamin A, Dinkes Samarinda Sasar Sekitar 54 Ribu Bayi dan Balita

    Agustus 10, 2026

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Gaya Hidup Holistik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Agustus 9, 2026

    Andi Harun Tegaskan Sanksi RSUD IA Moeis Tak Cukup, Inspektorat Diminta Tindak Lanjuti

    Agustus 9, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.