Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam
    Ekonomi

    Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberikan pernyataan mengenai kondisi ekonomi saat ini (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan kondisi ekonomi saat ini menghadapi tekanan serius, baik di tingkat nasional maupun daerah.

    Ia menilai situasi tersebut tidak hanya berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga berimbas langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta daya beli masyarakat.

    Menurutnya, tekanan terhadap APBN dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melampaui asumsi pemerintah.

    “APBN kita mematok kurs dolar Rp16.500, sementara hari ini sudah mendekati Rp17.000. Ini tentu memengaruhi perhitungan defisit,” ujarnya, Jumat 3 April 2026 malam.

    Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi faktor signifikan yang memperberat beban negara.

    “APBN mematok harga minyak sekitar 70 dolar per barel, sementara saat ini sudah mendekati 100 dolar. Ini memberi tekanan tambahan,” jelasnya.

    Ia menambahkan kondisi tersebut akan berdampak pada pembiayaan impor dan transaksi perdagangan luar negeri yang menggunakan dolar, sehingga berpotensi menambah defisit anggaran.

    Tak hanya itu Andi Harun juga menyinggung kemungkinan penyesuaian kebijakan pemerintah, termasuk terkait subsidi, yang berpotensi memengaruhi masyarakat.

    “Kalau kebijakan itu berubah sementara daya beli masyarakat belum pulih, maka dampaknya akan sangat terasa,” tegasnya.

    Menurutnya, kondisi itu perlu disikapi dengan kehati-hatian, mengingat dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, baik ekonomi maupun sosial.

    Ia juga memperkirakan adanya penyesuaian anggaran ke depan, termasuk kemungkinan pemotongan belanja di berbagai lini.

    “Hampir pasti akan ada penyesuaian. Ini harus kita antisipasi bersama,” katanya.

    Di tingkat daerah ia menyebut kapasitas fiskal juga mengalami penurunan signifikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah kabupaten/kota turut merasakan dampaknya.

    Untuk Kota Samarinda sendiri ia mengungkapkan terjadi penurunan APBD yang cukup besar dibandingkan sebelumnya.

    “Dari sekitar Rp5,8 triliun, sekarang turun menjadi sekitar Rp3,5 triliun. Ini tentu berdampak pada program pembangunan,” ungkapnya.

    Dalam kondisi tersebut ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas dan mengelola anggaran secara efisien.

    Selain itu Andi Harun juga mengajak mahasiswa untuk memahami persoalan bangsa secara lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sudut pandang.

    “Kita harus melihat persoalan ini dari berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, maupun politik, agar respons kita proporsional,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan, termasuk dalam menyikapi persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini.

    “Keberanian itu penting, bukan hanya dalam konteks pribadi, tapi juga dalam menghadapi persoalan sosial dan ekonomi,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Didorong Pulihkan Aktivitas Perdagangan, Pedagang Diberi Ruang Bergabung

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026

    137 UMKM Penyintas Dapat KEMAS, Pertamina Siapkan Pemetaan Pasokan LPG 3 Kg

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    AminahSeptember 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur produksi dan ekspor komoditas tambang mulai berdampak…

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Batasi Usia Atlet 30 Tahun, Larang Peraih Emas PON Tampil

    September 18, 2026

    Kaltim Kekurangan Jutaan Judul Buku untuk Capai Rasio Ideal Perpusnas

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,349 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.