Insitekaltim, Samarinda – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong penguatan komitmen kepala daerah terhadap keberlangsungan pers di tengah tantangan yang semakin kompleks khususnya pada tahun 2026.
Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menyampaikan hal tersebut usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda. Ia menegaskan kondisi pers saat ini berbeda dibandingkan satu dekade lalu, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih serius dari pemerintah daerah.
“Kami ingin melihat kembali perspektif kepala daerah terkait komitmen terhadap pers, karena di 2026 ini tantangannya jauh berbeda dibanding 10 atau 15 tahun lalu,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.
Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi sekaligus penyampai informasi yang valid di tengah derasnya arus informasi. Oleh karena itu, keberlangsungan dan kualitas pers harus tetap dijaga.
“Pers ini harus tetap hidup, stabil, dan berkualitas. Karena menjadi corong informasi yang jernih bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut PWI Kaltim juga melaporkan sejumlah agenda organisasi, mulai dari kegiatan rutin hingga program jangka panjang.
Di antaranya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pekan olahraga wartawan daerah serta program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan wartawan.
Selain itu PWI juga mengundang Wali Kota Samarinda untuk menghadiri kegiatan halal bihalal wartawan se-Kaltim yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Abdurrahman menambahkan efisiensi anggaran yang terjadi saat ini turut berdampak pada berbagai sektor, termasuk kegiatan organisasi profesi seperti PWI.
Meski demikian pihaknya tetap berupaya menjalankan program-program strategis untuk meningkatkan kualitas wartawan.
“Efisiensi anggaran pasti berdampak, tapi kami tetap berupaya menjaga kualitas pers, termasuk melalui UKW dan kegiatan lainnya,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, menyampaikan bahwa dalam audiensi tersebut PWI juga mengajukan rencana kegiatan seminar yang melibatkan sejumlah kepala daerah di Kaltim.
Seminar tersebut direncanakan mengangkat tema peran wartawan dalam pembangunan daerah dengan menghadirkan kepala daerah sebagai narasumber, termasuk Wali Kota Samarinda.
“Ada rencana seminar yang menghadirkan beberapa kepala daerah termasuk Pak Wali sebagai pembicara. Beliau merespons positif dan bersedia hadir,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan di Kaltim.
Dengan adanya berbagai agenda tersebut diharapkan hubungan antara pemerintah dan pers semakin solid, serta mampu menjawab tantangan informasi di era yang terus berkembang.

