Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pelayanan kesehatan khususnya dalam kondisi gawat darurat harus menjadi prioritas utama di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Samarinda.
Penegasan tersebut disampaikannya sebagai respons atas isu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel (IA) Moeis yang belakangan menjadi perhatian publik.
Menurutnya, pemerintah kota tidak akan terburu-buru dalam mengambil sikap sebelum seluruh fakta dan kronologi kejadian dipahami secara utuh. Setiap keputusan yang diambil harus didasarkan pada data dan informasi yang valid agar tidak menimbulkan kesalahan kebijakan.
“Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam merespons sebelum posisi kasusnya benar-benar jelas,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Meski demikian ia menekankan bahwa dalam situasi darurat keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dibandingkan dengan urusan administratif. Dalam kondisi tertentu, prosedur administrasi dapat menyusul setelah pasien mendapatkan penanganan awal yang memadai.
“Penanganan pasien gawat darurat harus diutamakan, sementara administrasi bisa menyusul,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemerintah kota saat ini tengah melakukan kajian terhadap berbagai aspek pelayanan kesehatan termasuk kemungkinan mekanisme rujukan pasien yang dapat dilakukan langsung oleh pihak rumah sakit.
Kajian tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku baik dalam Undang-Undang Kesehatan maupun kode etik kedokteran.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan aturan hukum serta tetap menjunjung tinggi profesionalisme tenaga medis.
“Kita harus memastikan semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah bukan semata-mata untuk merespons cepat sebuah isu, melainkan untuk memastikan solusi yang dihasilkan benar-benar tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Menurutnya, langkah yang terburu-buru tanpa dasar yang kuat justru berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
“Lebih baik kita hati-hati, daripada cepat tapi keliru,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat untuk bersabar dan memberikan ruang bagi pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini secara komprehensif.
Ia memastikan bahwa pemerintah tetap memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Samarinda khususnya dalam hal penanganan pasien yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
Dengan adanya kajian yang sedang berlangsung, diharapkan ke depan sistem pelayanan kesehatan di Samarinda dapat berjalan lebih optimal, transparan, serta mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat.
“Keselamatan pasien tetap menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah kota,” pungkasnya.
