Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
    DPRD Samarinda

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    AbdiBy AbdiFebruari 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Ismail Latisi memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus stunting, khususnya di wilayah Samarinda Ilir.

    Ia menegaskan bahwa stunting bukanlah sekadar permasalahan kesehatan di tingkat lokal, melainkan isu krusial berskala nasional yang memerlukan komitmen penuh dari pemerintah pusat hingga ke level akar rumput.

    Dalam keterangannya pada Kamis, 5 Februari 2026, Latisi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang telah berhasil menurunkan angka stunting tahun ini.

    Meski demikian, ia mencatat penurunan tersebut masih tergolong kecil. Ia berharap ke depannya ada akselerasi program yang lebih kuat agar penurunan angka stunting di Samarinda bisa terjadi secara signifikan dan menyentuh target yang diharapkan.

    Latisi menggarisbawahi bahwa akar masalah stunting sering kali berkelindan dengan kondisi ekonomi keluarga. Rendahnya daya beli berdampak langsung pada ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi kronis anak.

    Untuk memutus rantai tersebut, ia mengusulkan penguatan sistem pemantauan yang dimulai dari tingkat terendah, yaitu Rukun Tetangga (RT).

    “Sistem pelaporan berjenjang sangat penting. Jika di tingkat RT sudah terdeteksi ada keluarga yang berisiko secara ekonomi dan gizi, pemerintah bisa segera mengintervensi sebelum kondisi anak memburuk,” jelasnya.

    Lebih lanjut, politisi ini menekankan bahwa beban penanganan stunting tidak boleh hanya dipikul oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (B2KB).

    Ia mendorong adanya keroyokan program atau kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

    Di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran di pemerintah daerah, Latisi mengingatkan agar sektor pelayanan dasar tidak dikorbankan. Menurutnya, investasi pada kesehatan anak adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Samarinda.

    “Mengobati stunting itu berat, tapi mencegahnya jauh lebih mudah. Karena itu prioritas kita seharusnya adalah pencegahan. Ini harus menjadi kerja bersama lintas OPD. Kalau kolaborasi berjalan, potensi menurunkan angka stunting di Samarinda akan jauh lebih besar,” tambahnya.

    Melalui upaya yang terintegrasi, Latisi optimis Samarinda dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam keberhasilan menekan angka stunting, yang pada akhirnya akan menjadi prestasi membanggakan bagi pemerintah kota.

     

    DPRD Samarinda Ismail Latisi Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    DPRD Semprot Distapangtani Samarinda, Anggaran Jangan Habis untuk Birokrasi

    Juni 24, 2026

    Anggaran UKM Nol Rupiah, DPRD Sebut Dukungan Pemerintah Hanya Sebatas Ucapan

    Juni 24, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026

    Terbentur Anggaran, Kelanjutan Mega Proyek Samarinda Diusulkan Masuk APBN 2027

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Nur AjijahJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait kasus dugaan kawat medis tertinggal di tubuh pasien usai menjalani tindakan…

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.