
Insitekaltim, Samarinda — Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar menyoroti masih tertundanya aktualisasi pembayaran sejumlah proyek infrastruktur meski serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda tahun 2025 telah mencapai sekitar 98 persen.
Hal tersebut disampaikan Deni usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Samarinda bersama Dinas PUPR yang membahas evaluasi pelaksanaan proyek tahun 2025 serta perencanaan pembangunan tahun 2026.
“Kalau secara pekerjaan, sebagian besar sudah tuntas. Hanya saja, pembayaran yang belum sepenuhnya selesai,” ujar Deni, Senin, 5 Januari 2026.
Menurutnya, Komisi III telah menerima pemaparan menyeluruh dari Dinas PUPR, mulai dari bidang Cipta Karya, Bina Marga, hingga Sumber Daya Air (SDA). Sejumlah proyek strategis yang menjadi perhatian antara lain penanganan banjir, kawasan Pasar Pagi, hingga pembangunan terowongan.
Deni menjelaskan, persoalan banjir menjadi salah satu fokus utama dalam perencanaan ke depan. Pemerintah kota, kata dia, telah menyepakati pembangunan sistem pengendali air, termasuk pintu air yang dirancang untuk mengurangi risiko genangan di sejumlah titik rawan.
“Perencanaan pintu air sudah ditandatangani bersama wali kota. Pembangunannya direncanakan di sepanjang kawasan Pelindo hingga Jembatan Sungai Dama,” jelasnya.
Selain itu, Deni juga menyinggung proyek terowongan yang secara struktur telah rampung. Namun, hingga kini belum dapat difungsikan karena masih menunggu rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT).
“Secara teknis, pekerjaan inlet, outlet, dan bagian dalam sudah selesai semua. Sekarang tinggal menunggu rekomendasi dari KKJT,” katanya.
Hal serupa juga berlaku pada perbaikan Jalan Sultan Alimuddin yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Deni menegaskan, proses pengajuan masih berjalan dan harus melalui dua tahapan sidang di KKJT.
“Kita berharap proses ini bisa segera tuntas di tahun 2026, sehingga fasilitas tersebut bisa segera digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
