Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Kuliah Umum Tari Pedalaman Kaltim, Tari sebagai Identitas, Etika, dan Filosofi Kehidupan
    Pendidikan

    Kuliah Umum Tari Pedalaman Kaltim, Tari sebagai Identitas, Etika, dan Filosofi Kehidupan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 23, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program Studi Tari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar kuliah umum bertajuk Identitas Tari Pedalaman Kalimantan Timur di Aula FIB, Selasa, 23 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan maestro tari sekaligus pemangku adat, Frans Jiu Luay, yang dikenal luas sebagai seniman dan budayawan tari pedalaman Kalimantan Timur.

    Kaprodi Tari FIB Unmul, Eka Yusriansyah menjelaskan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari misi akademik jurusan untuk menghadirkan langsung sumber-sumber otentik dari pelaku seni. Menurutnya, Prodi Tari Unmul fokus pada tiga pilar budaya: pesisir, pedalaman, serta keraton atau kerajaan.

    “Alhamdulillah kali ini kami bisa menghadirkan maestro tari khususnya dari pedalaman Kalimantan Timur. Harapannya, mahasiswa memahami bahwa menari bukan sekadar pertunjukan, melainkan simbol identitas yang menyimpan pesan, nilai historis, filosofis, dan budaya dari komunitas, khususnya masyarakat Dayak Kaltim,” ungkapnya.

    Dalam pemaparannya, Frans Jiu Luay menekankan bahwa dasar kehidupan masyarakat adat tidak bisa dilepaskan dari adat istiadat. Adat, menurutnya, merupakan wujud nilai-nilai kepercayaan yang mengatur hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan hal-hal yang nyata maupun tidak nyata. Dari adat kemudian lahirlah hukum adat, tradisi, hingga budaya yang diwariskan lintas generasi.

    “Adat itu kaya dengan muatan dan sanksi. Dari sana muncul hukum, lalu berkembang menjadi tradisi. Inilah yang harus dijaga agar identitas budaya tidak hilang meski ada pergeseran zaman. Keberagaman kita adalah kekayaan luar biasa yang mungkin tidak dimiliki bangsa lain,” tutur Frans.

    Ia menambahkan, seni dalam kehidupan masyarakat adat tidak pernah berdiri sendiri. Seni merupakan bagian dari siklus kehidupan yang mengandung muatan etika, estetika, nilai historis, dan filosofis. Tari, khususnya tari pedalaman, selalu menyampaikan pesan dan kesan yang mendalam.

    Frans juga menegaskan pentingnya membedakan antara karya dan kreasi dalam tari. Gerakan dan pola yang murni disebut karya, sementara pengolahan yang menggabungkan elemen-elemen tari tradisi sebaiknya disebut kreasi atau kolaborasi.

    “Boleh saja kita berkreasi, tapi jangan sampai melupakan akar budaya. Karena yang terpenting adalah pesan yang ditinggalkan dari setiap tarian itu,” ujarnya.

    Kuliah umum ini mendapat perhatian besar dari mahasiswa, dosen, dan pegiat seni tari di Samarinda. Kehadiran Frans Jiu Luay dinilai memperkaya wawasan akademik sekaligus menguatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga identitas budaya, terutama tari pedalaman Kalimantan Timur, di tengah arus globalisasi.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026

    Gratispol Diklaim Berdampak Nyata, Gubernur Kaltim Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Kerja

    April 14, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjawab Masalah, Disdikbud Kaltim Soroti Anak Putus Sekolah dan Rendahnya Kualitas Pendidikan

    April 14, 2026

    Pelatihan Jurnalistik Polnes Tak Sekadar Dasar, Fokus Cetak Jurnalis Siap Terjun

    April 12, 2026

    Polnes Berjaya di Kancah Nasional, Dua Tim Sabet Penghargaan Bergengsi

    April 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    Ratu ArifanzaApril 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama menyebutkan kunjungan kerja…

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026

    Kuota Haji Samarinda Naik Signifikan, Kesra Siapkan Pembinaan dan Pemberangkatan

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,056 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.