Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Kuliah Umum Tari Pedalaman Kaltim, Tari sebagai Identitas, Etika, dan Filosofi Kehidupan
    Pendidikan

    Kuliah Umum Tari Pedalaman Kaltim, Tari sebagai Identitas, Etika, dan Filosofi Kehidupan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 23, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program Studi Tari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar kuliah umum bertajuk Identitas Tari Pedalaman Kalimantan Timur di Aula FIB, Selasa, 23 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan maestro tari sekaligus pemangku adat, Frans Jiu Luay, yang dikenal luas sebagai seniman dan budayawan tari pedalaman Kalimantan Timur.

    Kaprodi Tari FIB Unmul, Eka Yusriansyah menjelaskan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari misi akademik jurusan untuk menghadirkan langsung sumber-sumber otentik dari pelaku seni. Menurutnya, Prodi Tari Unmul fokus pada tiga pilar budaya: pesisir, pedalaman, serta keraton atau kerajaan.

    “Alhamdulillah kali ini kami bisa menghadirkan maestro tari khususnya dari pedalaman Kalimantan Timur. Harapannya, mahasiswa memahami bahwa menari bukan sekadar pertunjukan, melainkan simbol identitas yang menyimpan pesan, nilai historis, filosofis, dan budaya dari komunitas, khususnya masyarakat Dayak Kaltim,” ungkapnya.

    Dalam pemaparannya, Frans Jiu Luay menekankan bahwa dasar kehidupan masyarakat adat tidak bisa dilepaskan dari adat istiadat. Adat, menurutnya, merupakan wujud nilai-nilai kepercayaan yang mengatur hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan hal-hal yang nyata maupun tidak nyata. Dari adat kemudian lahirlah hukum adat, tradisi, hingga budaya yang diwariskan lintas generasi.

    “Adat itu kaya dengan muatan dan sanksi. Dari sana muncul hukum, lalu berkembang menjadi tradisi. Inilah yang harus dijaga agar identitas budaya tidak hilang meski ada pergeseran zaman. Keberagaman kita adalah kekayaan luar biasa yang mungkin tidak dimiliki bangsa lain,” tutur Frans.

    Ia menambahkan, seni dalam kehidupan masyarakat adat tidak pernah berdiri sendiri. Seni merupakan bagian dari siklus kehidupan yang mengandung muatan etika, estetika, nilai historis, dan filosofis. Tari, khususnya tari pedalaman, selalu menyampaikan pesan dan kesan yang mendalam.

    Frans juga menegaskan pentingnya membedakan antara karya dan kreasi dalam tari. Gerakan dan pola yang murni disebut karya, sementara pengolahan yang menggabungkan elemen-elemen tari tradisi sebaiknya disebut kreasi atau kolaborasi.

    “Boleh saja kita berkreasi, tapi jangan sampai melupakan akar budaya. Karena yang terpenting adalah pesan yang ditinggalkan dari setiap tarian itu,” ujarnya.

    Kuliah umum ini mendapat perhatian besar dari mahasiswa, dosen, dan pegiat seni tari di Samarinda. Kehadiran Frans Jiu Luay dinilai memperkaya wawasan akademik sekaligus menguatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga identitas budaya, terutama tari pedalaman Kalimantan Timur, di tengah arus globalisasi.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Anhar Desak Tes Urine Pelajar Samarinda Digelar Berkala, Bahkan Setiap Bulan

    Agustus 19, 2026

    Wawali: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Masyarakat

    Agustus 18, 2026

    Dua Prodi IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran hingga September, Ada Gratispol

    Agustus 17, 2026

    Menuju Generasi Emas, IKIP PGRI Kaltim Bekali Mahasiswa dengan Beragam Wawasan

    Agustus 17, 2026

    Novan Dorong Pemuda Berdaya Saing, Soroti Penyeragaman Sekolah di Samarinda

    Agustus 17, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.