Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Juli 5, 2026

    Kian Terhimpit Ritel Modern, Regulasi Baru Pasar Tradisional Samarinda Rampung 3 Bulan Lagi

    Juli 5, 2026

    Miris, Anggaran Pembinaan Atlet Samarinda Seret Hanya Dialokasikan Rp100 Juta

    Juli 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Banyak yang Tidak Tahu Pertamax Naik, Warga Kaltim Masih Santai
    Kaltim

    Banyak yang Tidak Tahu Pertamax Naik, Warga Kaltim Masih Santai

    LarasBy LarasAgustus 13, 2024Updated:Agustus 13, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Antrean pengendara membeli BBM Pertamax di SPBU
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Per tanggal 10 Agustus 2024 lalu, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri yang harga awalnya Rp13.500 per satu liter, naik menjadi Rp14.000 atau mengalami kenaikan Rp500.

    Dikutip dari pengumuman resmi pertamina.com, hal ini untuk mengimplementasikan mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

    Kenaikan harga ini ditanggapi beragam oleh masyarakat selaku pengguna BBM jenis Pertamax. Ada yang tak begitu memusingkannya, bahkan ada pula yang tak merasakan terjadinya kenaikan itu.

    Berbi (23) yang baru-baru ini membeli BBM Pertamax mengatakan bahwa tidak mengetahui adanya kenaikan harga tersebut di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

    Tetapi mahasiswi Universitas Mulawarman ini menyebut ada kenaikan Rp500 di beberapa warung-warung kelontong yang menjual bensin eceran.

    “Tidak tahu, tapi di warung Daeng memang ada naik Rp500,” ujarnya ketika diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/8/2024).

    Kabar naiknya harga ini sebenarnya tak diambil pusing oleh Berbi. Namun akan ada kejadian menyulitkan ke depannya, di mana harus memikirkan kembalian.

    “Mengganggu, nanti kembaliannya susah atau lama lagi dicari, terus harus menunggu,” katanya.

    Serupa, Tesar (19) sebagai pelanggan setia BBM Pertamax mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu menahu adanya kenaikan Rp500.

    Sering kali membeli dengan nominal sama, Tesar tidak melihat perbedaan signifikan antara pembelian Pertamax sebelum naik dan sesudah.

    “Beli Rp37.000 biasanya, jadi tidak tahu kalau naik. Rasanya tidak ada beda juga,” ungkapnya.

    Ketika ditanya apakah kenaikan ini akan berpengaruh. Tesar menjadi kritis. Menurutnya, kenaikan itu akan terus berlangsung dan tidak hanya berhenti sampai di Rp14.000 saja.

    Persoalan perbandingan mata uang Dollar dan mata uang rupiah akan sangat memengaruhi kenaikan BBM ke depannya.

    Juga, dirinya mengaku perbandingan pendapatan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga, semakin memengaruhi harga nantinya dan tidak hanya soal BBM.

    “Mengganggu sih, karena sudah mengantrenya lama terus naik lagi harga Pertamax. Masalahnya gaji UMR di Indonesia ini sangatlah kecil kalau dibandingkan tetangga kita, semua harga naik sampai Dollar pun naik,” tutupnya.

    Walau mengalami kenaikan harga, beberapa dari masyarakat tidak mengetahui informasi tersebut. Kenaikan ini belum dirasa berpengaruh secara signifikan oleh beberapa kalangan pengguna Pertamax.

    BBM pertamax SPBU
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026

    Supervisi DPRD Kaltim Temukan Dugaan Pengelolaan Limbah PT PSB Tak Sesuai Dokumen Lingkungan

    Juni 29, 2026

    Heni Purwaningsih Pastikan: Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Inflasi dan Harga Barang di Kaltim

    Juni 29, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Nur AjijahJuli 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Meski dihadapkan pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan kenaikan…

    Kian Terhimpit Ritel Modern, Regulasi Baru Pasar Tradisional Samarinda Rampung 3 Bulan Lagi

    Juli 5, 2026

    Miris, Anggaran Pembinaan Atlet Samarinda Seret Hanya Dialokasikan Rp100 Juta

    Juli 5, 2026

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    Juli 5, 2026

    Pendidikan Masih Jadi Korban, Pengamat Kritik Prioritas Anggaran Pemerintah

    Juli 5, 2026
    1 2 3 … 3,192 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.