Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sri Puji Dorong Optimalisasi Perda P4GN, Tes Urine Pelajar Masih Dikaji Lewat APBD

    Agustus 21, 2026

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Banyak yang Tidak Tahu Pertamax Naik, Warga Kaltim Masih Santai
    Kaltim

    Banyak yang Tidak Tahu Pertamax Naik, Warga Kaltim Masih Santai

    LarasBy LarasAgustus 13, 2024Updated:Agustus 13, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Antrean pengendara membeli BBM Pertamax di SPBU
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Per tanggal 10 Agustus 2024 lalu, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri yang harga awalnya Rp13.500 per satu liter, naik menjadi Rp14.000 atau mengalami kenaikan Rp500.

    Dikutip dari pengumuman resmi pertamina.com, hal ini untuk mengimplementasikan mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

    Kenaikan harga ini ditanggapi beragam oleh masyarakat selaku pengguna BBM jenis Pertamax. Ada yang tak begitu memusingkannya, bahkan ada pula yang tak merasakan terjadinya kenaikan itu.

    Berbi (23) yang baru-baru ini membeli BBM Pertamax mengatakan bahwa tidak mengetahui adanya kenaikan harga tersebut di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

    Tetapi mahasiswi Universitas Mulawarman ini menyebut ada kenaikan Rp500 di beberapa warung-warung kelontong yang menjual bensin eceran.

    “Tidak tahu, tapi di warung Daeng memang ada naik Rp500,” ujarnya ketika diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/8/2024).

    Kabar naiknya harga ini sebenarnya tak diambil pusing oleh Berbi. Namun akan ada kejadian menyulitkan ke depannya, di mana harus memikirkan kembalian.

    “Mengganggu, nanti kembaliannya susah atau lama lagi dicari, terus harus menunggu,” katanya.

    Serupa, Tesar (19) sebagai pelanggan setia BBM Pertamax mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu menahu adanya kenaikan Rp500.

    Sering kali membeli dengan nominal sama, Tesar tidak melihat perbedaan signifikan antara pembelian Pertamax sebelum naik dan sesudah.

    “Beli Rp37.000 biasanya, jadi tidak tahu kalau naik. Rasanya tidak ada beda juga,” ungkapnya.

    Ketika ditanya apakah kenaikan ini akan berpengaruh. Tesar menjadi kritis. Menurutnya, kenaikan itu akan terus berlangsung dan tidak hanya berhenti sampai di Rp14.000 saja.

    Persoalan perbandingan mata uang Dollar dan mata uang rupiah akan sangat memengaruhi kenaikan BBM ke depannya.

    Juga, dirinya mengaku perbandingan pendapatan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga, semakin memengaruhi harga nantinya dan tidak hanya soal BBM.

    “Mengganggu sih, karena sudah mengantrenya lama terus naik lagi harga Pertamax. Masalahnya gaji UMR di Indonesia ini sangatlah kecil kalau dibandingkan tetangga kita, semua harga naik sampai Dollar pun naik,” tutupnya.

    Walau mengalami kenaikan harga, beberapa dari masyarakat tidak mengetahui informasi tersebut. Kenaikan ini belum dirasa berpengaruh secara signifikan oleh beberapa kalangan pengguna Pertamax.

    BBM pertamax SPBU
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Impian Sejak SMP Terwujud, Beatrice Limbong Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kaltim

    Agustus 17, 2026

    Soroti Antrean Panjang SPBU, Wawali Minta HISWANA MIGAS Benahi Distribusi BBM

    Juli 28, 2026

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Juli 22, 2026

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    Juli 19, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sri Puji Dorong Optimalisasi Perda P4GN, Tes Urine Pelajar Masih Dikaji Lewat APBD

    Andika SaputraAgustus 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda…

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026
    1 2 3 … 3,288 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.