Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Borneo FC Samarinda Tak Pilih Kompetisi, Nabil Tegaskan Semua Ajang Dihadapi

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online
    Kaltim

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    AminahBy AminahMei 29, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal menilai mental ingin cepat kaya menjadi salah satu faktor utama masyarakat mudah terjerat judi online, Jumat, 29/5/2026 (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keinginan memperoleh uang secara instan tanpa proses menjadi faktor utama yang membuat masyarakat mudah terjerat judi online.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim Muhammad Faisal menilai, upaya pemberantasan judi online tidak cukup hanya lewat pemblokiran situs, tetapi juga harus dibarengi perubahan pola pikir masyarakat.

    “Paling sering sih pengen cepat kaya, pengen cepat dapat uang. Mental itu yang harus kita perangi,” ujar Faisal, Jumat, 29 Mei 2026.

    Perkembangan teknologi digital membuat akses terhadap judi online semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk kalangan muda.

    Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2024, penetrasi internet di Kaltim mencapai sekitar 3,15 juta jiwa.

    Dengan indikasi penetrasi judi online sebesar 5,5 persen, pemerintah daerah menilai penguatan literasi digital dan pengawasan sosial menjadi langkah penting untuk menekan risiko masyarakat terpapar perjudian daring.

    Pemerintah bersama aparat penegak hukum, lembaga keuangan, hingga komunitas masyarakat terus berupaya mempersempit ruang gerak judi online melalui berbagai langkah, mulai dari sosialisasi hingga pemblokiran situs.

    “Menangani masalah seperti begini tidak bisa parsial, memang harus komprehensif bersama-sama. Pemerintah pusat terus blokir situs, pemerintah daerah juga, kepolisian aktif, OJK dan BI juga aktif, bank-bank membantu,” katanya.

    Meski situs judi online terus bermunculan setelah diblokir, Faisal menilai langkah pemutusan akses tetap harus dilakukan secara konsisten.

    “Kalau diblokir muncul lagi memang betul, tetapi itu harus tetap dilakukan. Kalau kita menyerah ya susah,” tegasnya.

    Ia mengakui, efektivitas sosialisasi memang belum bisa diukur secara pasti. Namun berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, aktivitas penyebaran judi online disebut mulai mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

    “Sekarang sudah semakin terbatas, tidak sebebas dulu lagi. Influencer juga semakin takut-takut mempromosikan,” ujarnya.

    Selain faktor ekonomi dan keinginan memperoleh uang secara cepat, lemahnya pengawasan keluarga dan rendahnya pemahaman agama turut memperbesar risiko seseorang terjerumus judi online.

    “Agama jelas bilang judi itu haram. Selain itu keluarga juga penting. Kalau keluarga cuek ya pasti parah,” katanya.

    Ia juga menyoroti bahaya kecanduan judi online bagi generasi muda, anak muda yang sudah terpapar sejak dini berpotensi membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa dan mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

    “Kalau anak muda kena kecanduan, itu berbahaya karena bisa terbawa sampai tua dan mempengaruhi yang lain,” pungkas Faisal.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Cegah Karhutla, Mabes TNI Kerahkan 70–80 Personel Penyuluh ke Sembilan Wilayah Kaltim

    September 2, 2026

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    Andika SaputraSeptember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda mendorong masyarakat, khususnya tenaga kerja…

    Borneo FC Samarinda Tak Pilih Kompetisi, Nabil Tegaskan Semua Ajang Dihadapi

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026

    Beban 4 Kompetisi Bertambah, Borneo FC Sesuaikan Harga Tiket Musim Baru

    September 2, 2026

    Abdul Rohim Minta Kewenangan Damkar Diperkuat Lewat Perda Kebakaran

    September 2, 2026
    1 2 3 … 3,315 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.