Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla di Lahan Gambut Tak Cukup Dipadamkan dari Permukaan

    September 14, 2026

    Warga Resah Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Terjadi di Samarinda

    September 14, 2026

    Air Bersih Samarinda Kembali Normal, Perumda Waspadai Intrusi Air Asin 10 Hari ke Depan

    September 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Nelayan Kutim Sulit Dapatkan BBM, Ismail Desak Buka SPBU Khusus
    DPRD Kaltim

    Nelayan Kutim Sulit Dapatkan BBM, Ismail Desak Buka SPBU Khusus

    Adit MustafaBy Adit MustafaNovember 20, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ismail
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ismail menyatakan keprihatinannya terhadap kesulitan nelayan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk kegiatan melaut.

    Ia memandang keberadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus bagi nelayan di daerah tersebut sangat penting. Ismail mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memperhatikan permasalahan ini guna menjamin kelancaran aktivitas nelayan di Kutim.

    “Kita prihatin atas masalah dan nasib yang dihadapi oleh nelayan Kutim karena bukan saja persoalan kemiskinan, nelayan juga kerap menghadapi berbagai masalah seperti sulitnya mendapatkan BBM khusus,” ujarnya beberapa waktu lalu.

    Ismail menyoroti bahwa mayoritas penduduk Kutim bergantung pada pekerjaan sebagai nelayan, memanfaatkan sumber daya sungai yang luas. Namun, mereka kesulitan mendapatkan pasokan BBM dari SPBU khusus nelayan yang saat ini belum tersedia.

    Selain itu, aktivitas nelayan juga terhambat oleh keberlangsungan perusahaan pertambangan batu bara dan semen di Kecamatan Kaliorang. Beberapa titik penangkapan ikan yang sebelumnya digunakan oleh nelayan kini tidak dapat dimanfaatkan.

    Ismail menekankan pentingnya dukungan dari perusahaan-perusahaan terkait agar mereka mengeluarkan corporate social responsibility (CSR) untuk membantu nelayan yang terdampak.

    “Perusahaan-perusahaan yang bersangkutan perlu diingatkan agar mengeluarkan CSR-nya untuk membantu nelayan yang terdampak, karena nelayan ini kan dibatasi untuk masuk ke wilayah spot laut itu,” imbuhnya.

    Dengan tegas, Ismail meminta Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kutim memberikan perhatian serius untuk kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut dengan mendirikan minimal 2 hingga 3 SPBU khusus nelayan.

    BBM DPRD Kaltim Ismail SPBU
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    TPP Guru Samarinda Belum Dibayar, Ismail Latisi: Tidak Ada Wacana Pengurangan dan Penghilangan

    September 10, 2026

    DPRD Kaltim Beri Waktu Sepekan untuk Cabut Mutasi Guru

    September 9, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026

    Aset Daerah Kaltim Banyak Belum Produktif, Pansus Dorong Jadi Sumber PAD

    September 8, 2026

    TPP ASN Kaltim Tetap Utuh, DPRD Minta Kinerja dan Pengawasan Diperketat

    September 8, 2026

    Fraksi PKS Desak DPRD Kaltim Bongkar Akar Masalah Antrean BBM

    September 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla di Lahan Gambut Tak Cukup Dipadamkan dari Permukaan

    IraSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut membutuhkan metode berbeda…

    Warga Resah Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Terjadi di Samarinda

    September 14, 2026

    Air Bersih Samarinda Kembali Normal, Perumda Waspadai Intrusi Air Asin 10 Hari ke Depan

    September 14, 2026

    Bolehkah Mengambil Air dari Masjid Saat Kemarau? Ini Ketentuannya

    September 14, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026
    1 2 3 … 3,339 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.