Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Efektivitas Kurikulum Merdeka Belajar Perlu Diuji Coba
    DPRD Samarinda

    Efektivitas Kurikulum Merdeka Belajar Perlu Diuji Coba

    LarasBy LarasMei 26, 2023Updated:Mei 26, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama para tenaga pendidik.

    Kebingungan dan kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut menjadi perhatian Ahmat Sopian Noor, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda.

    Ia mengungkapkan bahwa kebijakan ini menimbulkan kebingungan karena para guru dan siswa harus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru dan memerlukan persiapan anggaran.

    “Saya terus terang, Kurikulum Merdeka Belajar ini menyebabkan kebingungan. Mengapa belum selesai satu kurikulum, sudah diganti lagi dengan kurikulum baru. Hal ini membutuhkan penyesuaian dan anggaran baru yang harus dipersiapkan,” ungkapnya, pada Rabu (24/5/2023).

    Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan permasalahan ini kepada Komisi X DPR-RI saat agenda hearing.

    Sopian berharap bahwa dalam merumuskan kebijakan, pemerintah pusat harus mempertimbangkan faktor lingkungan dan kepentingan daerah.

    “Kami sudah menyampaikannya kepada DPR-RI dalam hearing terkait gaji honorer, guru swasta, dan masalah kurikulum. Semoga hal ini menjadi pertimbangan dalam merumuskan undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan daerah,” jelasnya.

    Selain fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, Sopian ini juga menekankan perlunya memperhatikan dampak negatif yang mungkin timbul.

    “Pemerintah pusat seharusnya mempertimbangkan agar produk hukum yang disampaikan tidak memberikan dampak negatif bagi daerah. Selain itu, perlu diperhatikan juga jam kerja guru yang turun jam 6 pagi agar tidak menimbulkan dampak baru dan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga,” tambahnya.

    Melihat bahwa belum semua sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Sopian meminta agar efektivitas kurikulum ini diuji coba dahulu dan dievaluasi kebijakannya.

    “Meskipun ada dampak positif dalam percepatan pembelajaran, efektivitasnya perlu diuji coba. Belum semua sekolah menerapkannya, masih banyak yang belum melakukannya. Ada sebagian kelas yang menerapkan kurikulum ini, namun sebagian lain masih menggunakan kurikulum 2013,” ungkapnya.

    Dengan adanya uji coba dan evaluasi yang seksama, diharapkan Kurikulum Merdeka Belajar dapat lebih efektif dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi siswa serta memperhatikan kondisi dan kepentingan daerah setempat.

    DPR Kurikulum Merdeka Pendidikan Sopian
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026

    Aplikasi Pendidikan Didorong Lebih Stabil dan Ramah Pengguna

    Maret 16, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Uji Coba Sistem Parkir Berlangganan Sebelum Berlaku Luas

    Maret 15, 2026

    Gelar Bukber Bersama Warga, Helmi Siapkan Ribuan Porsi Konsumsi

    Maret 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik status kepemilikan lahan di kawasan Perumahan Korpri Loa Bakung Kota Samarinda…

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026
    1 2 3 … 3,099 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.