Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Nilai Matematika Nasional Merosot, Novan Soroti Krisis Guru dan Kebijakan Pusat

    Juni 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Program IFS Diharapkan Dapat Tingkatkan Ekonomi Petani dan Peternak
    Ekonomi

    Program IFS Diharapkan Dapat Tingkatkan Ekonomi Petani dan Peternak

    SeliBy SeliDesember 29, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ketua Koperasi BSJ Suparlan saat diwawancarai usai peresmian Program IFS di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (28/12/2021).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Emi – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Kutai Kartanegara – Program Integrited Farming System (IFS) merupakan program Koperasi Berkah Salam Jaya (BSJ) yang bertujuan untuk merealisasasikan dan mewujudkan peternakan yang dikelola secara integritas.

     

    Hal itu disampaikan, Ketua Koperasi BSJ Suparlan usai peresmian Program IFS di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (28/12/2021).

    “Artinya baik dari sisi kesediaan pakan untuk sapi kita butuh bahan baku pembuatan konsentrat salah satu bahannya adalah jagung dan singkong,” ungkapnya pada awak media.

    Suparlan menjelaskan bahwa kotoran dari peternak akan dikelola sebagai pupuk, sementara untuk jagung dan singkong dimanfaatkan sebagai pakan.

    “Hasil dari ternak itu ada kotoran hewan, kotoran padat maupun kotoran cair yang nanti kita manfaatkan sebagai limbah,” jelasnya.

    Sementara itu, jagung ada dua manfaat. Pertama hasilnya, kedua  pipilnya berguna untuk bahan baku konsentrat.

    “Batangngnya untuk pakan sapi begitupun dengan singkong, buahnya untuk bahan bakunya konsentrat, batangnya kita olah sebagai bahan baku pakan ternak dengan cara kita giling,” terangnya.

    Ia menilai dari putaran ekosistem tersebut tentu bidang peternakan dan pertanian akan masuk, dan menghasilkan kelompok ternak dan petani yang sukses.

    “Kita targetkan untuk program penggemukan 3-4 bulan panen tentu itu disuplai dari pakan yang berkualitas,” tuturnya.

    Lebih jauh dijelaskannya, di Desa Bendang Raya setiap kelompok terdiri dari 12 anggota. Setiap kelompok memilik ternak 50 ekor, tanaman rumput gajahnya 2 hektare, tanaman jagung 3 hektare, dan tanaman singkong 5 hektare.

    Sehingga setiap kelompok  menyiapkan 10 hektare, Hal itu tentu dapat memaksimalkan ekosistem putaran sapi di ekosistem peternak dan petani. Supaya peternak dan petani bukan hanya sebagai pekerja sampingan.

    “Harapannya agar ke depan peternak dan petani menjadi pendapatan pokok untuk ekonomi rumah tangga masing-masing kelompok dan anggota,” ucapnya.

    Ia menambahkan bahwa suksesnya program tersebut tidak luput dari dukugan dan peran pemerintah daerah, provinsi maupun pusat yang sudah memberikan amanah kepada BSJ.

    “Alhamdulilah sejauh ini peran pemerintah sangat luar biasa. Tentu yang terlibat tidak lepas dari yang namanya pendanaan dan sejauh ini yang sudah berkolaborasi dan juga ada perjanjian kerja sama dengan BRI cabang Tenggarong, Samarinda kemudian PT Pertamina,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Pemprov Kaltim Bergerak Cegah Gejolak Harga Sawit, Pasca Kebijakan Ekspor

    Juni 5, 2026

    Nilai Tukar Rupiah Terus Tertekan, Kurs AS Tembus Rp18.019

    Juni 4, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Dipicu Pelemahan Harga CPO dan Kernel

    Juni 3, 2026

    Pajak UMKM Naik, Dana untuk Ekspansi Usaha Terancam Habis untuk Kewajiban Fiskal

    Juni 2, 2026

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Nur AjijahJuni 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda menunjukkan tren meningkat. Seiring bertambahnya,…

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Nilai Matematika Nasional Merosot, Novan Soroti Krisis Guru dan Kebijakan Pusat

    Juni 6, 2026

    Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC-HIV Meningkat, DPRD Samarinda Desak Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Penanganan

    Juni 6, 2026
    1 2 3 … 3,125 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.