Reporter: Nada – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Janji Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda untuk menempatkan petugas jaga di Gunung Manggah atau di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) nampaknya hanya sekedar janji manis biasa.
Menggunakan Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda Nomor 40 Tahun 2011, dimana pengendara truk besar hanya bisa beroprasi pada malam hari, sebagai dasar dari janji tersebut, namun ketika awak media turun langsung ke Jalan Otista tidak ada satupun petugas jaga dari Dishub Samarinda.
“Mulai setahun saya jaga disini. Kalau ada truk muatan yang lewat, saya tahan dulu dari atas. Truk yang dari bawah yang saya naikan,” ungkap Ja’far Shidiq salah satu warga yang menjaga arus lalulintas di Gunung Manggah, Rabu (5/2/2020).
Menurutnya, Dishub Samarinda hanya datang dan ambil gambar saja.
“Biasanya ikut bantu, setengah 5 mereka kesini. Tapi dua hari ini mereka (Dishub) tidak ada,” katanya.

Ia mengaku dirinya menjaga arus lalulintas dengan sukarela.
“Saya tidak bayaran. Saya inisiatif sendiri karen melihat jalanan begitu macet. Dan hampir dua hari ini Dishub tidak ada menjaga,” tegasnya.
Kepadatan arus lalulintas di Gunung Manggah mulai dari jam setengah 5 sore.
“Justru pagi tidak terlalu macet. Kendalanya orang sering menyerobot jalan, sudah saya bantu padahal. Saya sendiri disini menjaga mulai dari jam 3 sore,” terangnya.
Kecelakaan yang seperti kemarin, diakuinya jarang terjadi.
“Lebih sering jatuh sendiri bukan karena ditabrak atau gimanapun. Disini harus dijaga pada saat orang pulang kerja, karena banyak anak-anak sekolah juga pulang dan jalan kaki,” pungkasnya.
