Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Kerap Terjadi Kecelakaan, Kemiringan Gunung Manggah Perlu Dikurangi
    Daerah

    Kerap Terjadi Kecelakaan, Kemiringan Gunung Manggah Perlu Dikurangi

    AdminBy AdminFebruari 5, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) atau sering disebut dengan Gunung Manggah, Kecamatan Samarinda Kota akhir-akhir ini menjadi sorotan. Pasalnya, daerah yang lalu lintasnya terbilang padat tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).
    Seperti yang baru saja terjadi, pada Kamis 30 Januari 2020 lalu. Sebuat truk yang diduga rem blong menabrak masyarakat yang melintas di jalan tersebut hingga menewaskan 4 pengendara. Dampaknya, sebagian masyarakat sekitar merasa trauma dengan kejadian tersebut.

    Pengamat Tata Kota Farid Nurrahman mengatakan, harus ada rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sekitar Gunung Manggah.
    “Karena memang daerah tersebut merupakan daerah yang padat lalu lintas masyarakat, disitu juga ada pasar yang pastinya sama (padatnya),” ungkapnya yang dihubungi via telepon seluler, Rabu (5/2/2020).
    Menurutnya, ada beberapa mekanisme nisa dilakukan di wilayah tersebut. Seperti, Jalur naik di buat dua lajur, sementara jalur turun dibuat satu lajur.
    “Ini sudah diterapkan di beberapa daerah yang memang memiliki banyak perbukitan,” katanya.
    Selain itu, hal yang dapat dilakukan yaitu kemiringan jalan bisa dikurangi. Hal itu juga dilakukan di jalan poros Samarinda-Bontang tepatnya di Gunung Menangis. Kemiringan dikurangi dengan cara penebalan jalan didaerah bawah.
    Sehingga, jalan tersebut tidak terlalu curam.
    “Atau cara lain yaitu seperti pembatasan kecepatan untuk sisi turunan. Salah satu cara untuk membatasi kecepatan tersebut dengan memberikan polisi tidur dijalur turun. Atau seperti yang dibuat di daerah Jawa Barat. Yaitu pemasangan bumper disisi kiri dan kanan,” tambahnya.
    Tujuannya tidak lain untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di Gunung Manggah tersebut.
    “Kalaupun terjadi kecelakaan, bumper tersebut bisa mereduksi hentakan kendaraan terhadap pembatas jalan. Jadi, bumper tersebut berupa roda-roda. Hal itu penerapan yang dilakukan dari negara Korea Selatan,” tambahnya.
    Ia menyebut, daerah Gunung Manggah memang sangat mepet. Sehingga, cara yang menurutnya paling mungkin ialah mengurangi sudut kemiringan di jalan tersebut. Tidak harus dilakukan relokasi kepada pedagang sekitar.
    “Kalau merelokasi penjual kayu disekitar situ kan harus dilihat dulu, dia resmi atau tidak. Ada surat ijinnya tidak. Kalau ada kan itu tidak bisa dilakukan relokasi. Ya, cara paling ideal yaitu penebalan jalan saja. Seperti yang dilakukan di Gunung Menagis,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    Andika SaputraApril 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aparat gabungan dari TNI dan Polri menyiapkan pengamanan skala besar menjelang rencana…

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,064 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.