Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Ramai Disebut Kandidat Ketua KONI, Syahariah Mas’ud Tegas Bantah: Itu Hoaks

    Mei 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»500 Siswa Terancam Tak Sekolah, Agus Aras Desak Aksi Cepat di Kutim
    DPRD Kaltim

    500 Siswa Terancam Tak Sekolah, Agus Aras Desak Aksi Cepat di Kutim

    SittiBy SittiJuli 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kaltim Agus Aras
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Krisis daya tampung sekolah negeri di Kutai Timur (Kutim) memuncak. Tahun ini, sekitar 500 lulusan SMP di Sangatta Selatan terancam gagal melanjutkan pendidikan ke SMA negeri lantaran keterbatasan fasilitas. Kondisi ini membuat Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Aras, mendesak langkah cepat dan nyata agar tak ada anak yang tertinggal.

    Masalah daya tampung sekolah negeri di Kutim bukan persoalan baru. Setiap tahun, jumlah lulusan SMP terus meningkat, sementara fasilitas sekolah negeri belum memadai.

    “Kami di DPRD Kaltim mendorong agar Pemkab Kutim segera menyurati Dinas Pendidikan Kaltim. Harus ada percepatan pembangunan gedung baru dan penyelesaian proses hibah lahan,” kata Agus saat menerima kunjungan Komisi D DPRD Kutim, Kamis, 10 Juli 2025.

    Agus melihat kondisi ini sebagai cermin ketimpangan serius antara kebutuhan masyarakat dan kesiapan infrastruktur pendidikan. Banyak kecamatan di Kutim masih kekurangan ruang kelas baru (RKB), terutama di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yang menjadi pusat pertumbuhan penduduk.

    “Gedung dan lahan harus segera disiapkan, kebutuhan sudah sangat mendesak. Jangan tunggu tahun depan,” ucapnya.

    Ia juga menyinggung rencana penambahan jumlah siswa per kelas dari 36 menjadi 38 atau 40 sebagai solusi sementara. Kebijakan ini bisa membantu, tetapi harus dilakukan hati-hati agar tidak mematikan peran sekolah swasta yang juga penting dalam pemerataan pendidikan.

    “Kami mendukung penambahan kapasitas kelas, tapi jangan sampai menutup peluang sekolah swasta yang juga berkontribusi,” jelas Agus.

    Selain infrastruktur, Agus menyoroti program pendidikan gratis yang dikenal dengan istilah Gratispol. Banyak masyarakat belum memahami secara detail apakah program ini mencakup iuran bulanan, seragam, hingga buku pelajaran.

    “Program gratis itu bagus, tapi teknisnya harus jelas sejak awal supaya tidak membingungkan pihak sekolah maupun orang tua,” ujarnya.

    Agus juga mendorong adanya pemetaan kebutuhan pendidikan secara rutin setiap tahun agar perencanaan pembangunan sekolah lebih terarah dan tidak sekadar reaktif saat krisis sudah terjadi.

    Menurutnya, perencanaan yang baik harus mencakup pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), penambahan RKB, hingga perekrutan tenaga pendidik berkualitas untuk wilayah yang masih kekurangan guru.

    Masalah daya tampung di Kutim bukan sekadar angka di atas kertas. Ini menyangkut masa depan ratusan siswa yang berhak mendapat akses pendidikan layak.

    “Kalau tidak ditangani segera, kita yang akan menanggung akibatnya. Pendidikan adalah hak semua anak, dan pemerintah harus hadir untuk menjamin itu,” tandasnya.

    Agus Aras RKB USB
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Nur AjijahMei 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait usulan hak angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), yang mengabarkan Partai Amanat…

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Ramai Disebut Kandidat Ketua KONI, Syahariah Mas’ud Tegas Bantah: Itu Hoaks

    Mei 14, 2026

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    1 2 3 … 3,093 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.