Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Ungkap Kelemahan BPJS, Bupati Edi Sebut Nyawa Manusia Lebih Utama
    Diskominfo Kukar

    Ungkap Kelemahan BPJS, Bupati Edi Sebut Nyawa Manusia Lebih Utama

    VinsensiusBy VinsensiusApril 22, 2025Updated:April 25, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Bupati Edi Damansyah menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kualitas layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, khususnya dalam kasus-kasus kegawatdaruratan yang tidak tertangani dengan cepat. Hal ini disampaikan Edi Damansyah saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kutai Kartanegara tahun 2026 pada Selasa, 22 April 2025.

    Edi Damansyah mengisahkan pengalaman pribadi terkait pelayanan BPJS yang dinilai tidak optimal. Ia menceritakan seorang sahabatnya mengalami kecelakaan tunggal dan hendak ditangani di RSUD Aji Muhamad Parikesit. Namun, karena tidak adanya dokter spesialis yang tersedia saat itu, pasien dirujuk ke rumah sakit lain dengan menggunakan BPJS.

    Tragisnya, setelah dua hari dua malam, pasien tersebut belum juga mendapatkan penanganan medis yang semestinya.

    “Saya datang langsung ke rumah sakit, sampai kepala ruangannya saya tegur keras. Kami akhirnya sepakat memindahkan pasien ke ruang layanan umum non-BPJS. Malam itu juga langsung ditindak,” ungkap Edi Damansyah.

    Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa masih ada kesenjangan serius antara kebijakan BPJS secara nasional dengan kesiapan layanan medis di daerah.

    Bupati Edi menyoroti bahwa sistem rujukan dan administrasi yang kompleks kadang justru menghambat penanganan cepat terhadap pasien, terutama dalam kondisi darurat.

    “Di Kutai Kartanegara, saya sudah tegaskan ke direktur rumah sakit: jangan jadikan persoalan administrasi sebagai alasan untuk tidak menangani pasien. Tangani dulu, karena itu menyangkut nyawa manusia,” tegas Edi.

    Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah melakukan berbagai terobosan untuk memastikan pelayanan kesehatan lebih inklusif. Salah satu upaya yang telah diterapkan adalah kemudahan pelayanan bagi peserta BPJS kelas III hanya dengan membawa KTP, tanpa perlu dokumen administrasi tambahan. Hal ini diterapkan di RSUD AM Parikesit untuk meningkatkan akses layanan masyarakat.

    Namun, Edi mengakui bahwa masih ada sejumlah layanan medis yang belum tercover oleh BPJS, yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah bersama pihak rumah sakit dan BPJS itu sendiri.

    “BPJS itu kebijakan nasional, sedangkan rumah sakit kita kelola secara lokal. Maka, masih ada beberapa celah yang belum sinkron. Kita terus berkoordinasi untuk mencari solusi terhadap layanan-layanan yang belum tercover,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Bupati Kukar juga menyampaikan bahwa ia telah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi agar ikut mendorong solusi sistemik dengan melakukan komunikasi intensif ke tingkat pusat.

    “Ini bukan hal yang mudah, tapi bisa dilakukan. Perlu sinergi dan perjuangan bersama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” katanya.

    Pernyataan Bupati ini menjadi sorotan penting dalam pembahasan pembangunan kesehatan daerah. Ia menekankan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya melalui skema jaminan sosial seperti BPJS, harus disertai dengan perbaikan sistem dan koordinasi antar-lembaga agar tidak mengorbankan keselamatan warga.

    Dengan transparansi dan ketegasan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi tantangan dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi warga kurang mampu dan peserta BPJS kelas bawah. (Adv)

    BPJS Bupati Kukar Edi Damansyah Kesehatan Pemkab Kukar RKPD
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Vinsensius

    Related Posts

    Gaya Hidup Holistik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Agustus 9, 2026

    Cara Sederhana Menikmati Air Putih dengan Rasa yang Lebih Segar, Infused Water Jadi Pilihan

    Agustus 1, 2026

    Perluas Perlindungan BPJS Gratispol, Kepesertaan Ditarget Bertambah 10 Ribu Jiwa

    Juli 30, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    Juli 26, 2026

    Air Putih Bukan Sekedar Pelepas Dahaga tapi Sangat Penting bagi Tubuh

    Juli 19, 2026

    Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan, RSUD AWS Libatkan Publik Susun Standar Pelayanan

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.