Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas, Satlantas Berlakukan Sistem Buka Tutup Untuk Kendaraan Besar
    Samarinda

    Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas, Satlantas Berlakukan Sistem Buka Tutup Untuk Kendaraan Besar

    RidhoBy RidhoJanuari 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kanit Turjawali, Ismail Marzuki saat sedang bertugas mengatur lalu lintas
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup di Jembatan Mahakam IV.

    Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi tumpukan truk bermuatan baik itu dalam kota maupun luar kota, namun hal ini diakibatkan dampak penutupan Jembatan Mahakam I yang sedang menjalani uji beban oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Samarinda Ismail Marzuki mengatakan, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut mulai diberlakukan sejak Kamis dini hari dan berlangsung hingga pukul 05.00 Wita.

    Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) serta instansi terkait.

    “Sementara ini kami memberlakukan sistem buka tutup di Jembatan Mahakam IV. Kendaraan dengan muatan hingga sekitar 20 ton masih diperbolehkan melintas,” ujar Ismail saat bertugas Kamis, 29 Januari 2026 malam.

    Menurutnya, dalam pelaksanaan ini pihak kepolisian menemukan sejumlah kendala, terutama pada kendaraan kontainer berukuran besar.

    Ismail menjelaskan bahwa kontainer berukuran 40 kaki mengalami kesulitan melintas karena kondisi jalan yang menyempit serta tikungan menuju arah Kompi yang tidak memungkinkan kendaraan berpapasan.

    “Untuk kontainer 20 kaki masih memungkinkan melintas, tetapi kontainer 40 kaki cukup sulit karena keterbatasan ruang dan tikungan yang sempit. Hal ini masih disimulasikan,” jelasnya.

    Selain itu, pelaksanaan sistem buka tutup diterapkan dengan durasi sekitar 15 menit, sembari petugas memantau volume kendaraan. Berdasarkan hasil pemantauan pada dini hari, arus lalu lintas dari arah dalam kota terpantau relatif lancar.

    “Dari dalam kota kepadatan relatif rendah dan antrean hanya mencapai sekitar Masjid Karang Asam. Sementara dari arah luar kota menuju Samarinda, volume kendaraan mulai meningkat seiring waktu,” katanya.

    Untuk mendukung pengamanan dan kelancaran lalu lintas, sebanyak delapan personel Satlantas dikerahkan dan dibantu oleh Dishub Provinsi Kaltim, Dishub Kota Samarinda, serta perwakilan asosiasi angkutan barang.

    Ia pun berpesan kepada masyarakat agar membatasi aktivitas penyeberangan, khususnya pada malam hari, selama penutupan Jembatan Mahakam I masih berlangsung.

    “Kami mengharapkan masyarakat bersabar dan sebisa mungkin menghindari penyeberangan pada malam hari, mengingat banyak kendaraan besar, termasuk kontainer, yang melintas,” pungkasnya.

     

    Ismail Marzuki Jembatan Mahakam Polresta Samarinda Rekayasa Lalu Lintas
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hadapi Persaingan Media, Infosatu.co dan Insitekaltim Kembali Terverifikasi Dewan Pers

    September 25, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Warga Resah Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Terjadi di Samarinda

    September 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    Ratu ArifanzaSeptember 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman rabies masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di Kaltim. Dalam tiga tahun…

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026
    1 2 3 … 3,368 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.