Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun
    Politik

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    AminahBy AminahJuni 15, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sejumlah fraksi DPRD Kaltim menyampaikan pandangan umum terhadap pertanggungjawaban APBD 2025 dalam rapat paripurna, Senin, 15/6/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penurunan postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari sekitar Rp21,7 triliun pada 2025 menjadi Rp15,5 triliun pada 2026 menjadi sorotan utama tujuh fraksi DPRD Kaltim.

    Dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Senin, 15 Juni 2026, hampir seluruh fraksi mempertanyakan ketahanan fiskal daerah yang dinilai masih bergantung pada dana transfer pusat dan sektor sumber daya alam.

    Sorotan tersebut muncul di tengah tren menurunnya sejumlah komponen pendapatan daerah, mulai dari dana transfer hingga pendapatan asli daerah (PAD). Fraksi-fraksi menilai kondisi itu harus menjadi alarm bagi pemerintah provinsi untuk segera memperkuat kemandirian fiskal.

    Fraksi PAN-NasDem menjadi salah satu yang paling tegas mengangkat hal tersebut. Mereka menilai menyusutnya APBD hingga sekitar Rp6 triliun menunjukkan struktur keuangan daerah belum cukup kuat menghadapi perubahan kebijakan fiskal nasional maupun fluktuasi sektor ekstraktif.

    Anggota Fraksi PAN-NasDem Abdul Giaz menyebut penurunan APBD menjadi bukti bahwa Kaltim masih terlalu bergantung pada faktor eksternal.

    “Penurunan tajam APBD Kaltim membuktikan rapuhnya struktur keuangan daerah jika hanya mengandalkan dana transfer pusat dan sektor ekstraktif,” ujarnya dalam pandangan fraksi.

    Fraksi PKS juga menyoroti merosotnya pendapatan transfer pemerintah pusat yang pada 2025 tercatat sekitar Rp8,66 triliun, jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp11,69 triliun.

    Wakil Ketua Fraksi PKS Subandi menilai kondisi tersebut menjadi ironi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi Kaltim akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), investasi, serta aktivitas industri berbasis sumber daya alam.

    “Aktivitas ekonomi Kaltim terus berkembang, pembangunan IKN berjalan, investasi meningkat. Tetapi mengapa pertumbuhan ekonomi itu belum mampu dikonversi menjadi kapasitas fiskal daerah?” kata Subandi.

    PKS bahkan mengangkat isu keadilan fiskal antara daerah penghasil dan pemerintah pusat. Menurut mereka, Kaltim selama ini menjadi penyumbang besar penerimaan negara dari sektor pertambangan, migas, kehutanan, hingga pelayaran, namun ruang fiskal yang diterima daerah dinilai belum sebanding.

    Sementara itu, Fraksi Golkar menyoroti penurunan penerimaan pajak daerah yang dinilai turut berkontribusi terhadap melemahnya pendapatan daerah. Golkar mempertanyakan turunnya penerimaan pajak daerah dari sekitar Rp8,5 triliun menjadi Rp6,8 triliun serta belum optimalnya pemanfaatan potensi pajak alat berat dan sumber-sumber pendapatan lainnya.

    Golkar meminta pemerintah provinsi menjelaskan langkah konkret untuk mengantisipasi berkurangnya dana transfer pusat sekaligus memperkuat sumber pendapatan daerah.

    Selain pendapatan, sejumlah fraksi juga menyoroti besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) dan rendahnya serapan belanja di sejumlah sektor strategis.

    Fraksi Demokrat-PPP menilai menurunnya PAD dalam tiga tahun terakhir menjadi persoalan serius yang tidak bisa lagi dianggap sebagai dampak situasional. Menurut mereka, pemerintah daerah harus mulai menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan.

    Di sisi lain, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti belum optimalnya pemanfaatan aset daerah yang berpotensi menghasilkan pendapatan. Mereka menilai kontribusi aset daerah terhadap kas pemerintah masih jauh dari potensi yang dimiliki.

    PKB juga mengkritisi rendahnya realisasi sejumlah pos pendapatan dan belanja yang menunjukkan masih lemahnya akurasi perencanaan anggaran. Fraksi ini menilai dana yang tidak terserap pada akhirnya menjadi kerugian bagi masyarakat karena menghambat pembangunan dan pelayanan publik.

    Rangkaian kritik dari tujuh fraksi tersebut menunjukkan satu benang merah yang sama, yakni perlunya perubahan strategi fiskal daerah.

     



    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim).…

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.