Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    Juli 16, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Triple Z Lahir Dengan Berat Badan Rendah, Begini Anjuran Dokter Spesialis Anak RSUD Bontang
    Daerah

    Triple Z Lahir Dengan Berat Badan Rendah, Begini Anjuran Dokter Spesialis Anak RSUD Bontang

    MartinusBy MartinusOktober 15, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Romi Ali Darmawan- Editor. : Redaksi.

    Insitekaltim, Bontang : Lahir dengan berat badan rendah,Triple Z perlu tambahan asupan nutrisi dan kalori dari susu formula untuk bayi.

    Hal itu dilakukan karena berat badan ketiganya, berada dibawah normal, dikarenakan ketiganya lahir dengan usia kandungan yang baru berusia 8 bulan setengah, dan harus dirawat terpisah dengan ibunya di ruang NICU RSUD Kota Bontang.

    Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak , RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr. M. Thoufik Hidayat, SP.A, mengatakan tidak ada perlakuan khusus untuk merawat ketiganya. Menurutnya merawat bayi kembar tiga sama dengan merawat bayi-bayi pada umumnya.

    Namun ketiganya perlu mendapatkan tambahan nutrisi selain dari Air Susu Ibu (ASI). Hal itu mengingat kondisi sang bayi yang masih belum dikategorikan normal.

    ” Yang lebih spesial kita perhatikan adalah, asupan nutrisi, kenapa asupan nutrisi , karena kita tahu ibunya tentu tidak bisa menyediakan susu asi langsung untuk ketiganya, makanya perlu tambahan susu formula untuk bayi, guna tambahan kalori,”capnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (15/10/2019) .

    Selain itu dr. M. Thaufik menambahkan ketiganya akan segera dirawat gabung bersama ibunya dalam dua hari kedepan, meski lahir dengan berat badan rendah, ketiganya tidak digunakan tambahan infus, hal itu dikarenakan sang bayi bisa minum dengan baik.

    ” Dalam waktu dua hari, kita sudh bisa rawat gabung dengan ibunya, karena memang saat lahir bayinya menangis, dan juga ketiganya bisa minum dengan baik dan tidak perlu tambahan infus, hanya saja kami tetap menggunakan alat bantu oksieg, tapi dalam dua hari ini kita juga akan lepas” tambahnya.

    Selain itu, dr. M. Thoufik Hidayat, menghimbau kepada kedua orang tua bayi untuk bersama-sama merawat bayi tersebut. Dirinya berharap ketiganya bisa sehat dan tumbuh menjadi anak yang baik,”pesannya

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Kolaborasi Tiga Kekuatan: Jurus Baru Cetak Talenta Siap Kerja dan Siap Cipta Lapangan Kerja

    Mei 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan…

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    Juli 16, 2026

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,218 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.