Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Anak

    Juli 23, 2026

    Peringati Hari Anak Nasional, DP2PA Samarinda Perkuat Upaya Cegah Kekerasan terhadap Anak

    Juli 23, 2026

    Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda

    Juli 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda
    Pendidikan

    Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda

    SittiBy SittiJuli 23, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana MPLS di SMAN 10 Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat masa transisi dari sekolah dasar (SD) ke sekolah menengah pertama (SMP) serta dari SMP ke sekolah menengah atas (SMA) menjadi fase paling rentan anak putus sekolah. Kondisi itu tercermin dari penurunan angka partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan menengah.

    Teks: Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto (Insitekaltim/Aminah)

    Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto mengatakan, hampir seluruh anak usia sekolah dasar telah mengenyam pendidikan. Namun, risiko putus sekolah mulai meningkat saat mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

    “Kalau dari angka partisipasi sekolah, yang rentan putus sekolah itu sebetulnya saat transisi dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA,” katanya kepada Insitekaltim, Rabu, 22 Juli 2026.

    Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, angka partisipasi sekolah (APS) pada kelompok usia SD mencapai 99,73 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 96,11 persen pada jenjang SMP dan kembali menurun menjadi 87,63 persen di tingkat SMA.

    Menurut Supriyanto, penurunan partisipasi sekolah dipengaruhi berbagai faktor. Selain keterbatasan ekonomi keluarga, sebagian anak terpaksa membantu orang tua mencari nafkah. Faktor lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu penyebab anak memilih tidak melanjutkan pendidikan.

    “Bisa karena kemampuan ekonomi orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. Dampaknya anak ikut membantu mencari nafkah. Bisa juga karena pengaruh lingkungan sehingga anak memilih tidak melanjutkan sekolah,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sebagai daerah perkotaan, Samarinda juga menghadapi fenomena sebagian remaja yang memilih bekerja atau merintis usaha setelah lulus sekolah karena telah memperoleh penghasilan.

    “Mungkin ada yang mencoba usaha, kemudian merasa nyaman sehingga memilih bekerja daripada melanjutkan sekolah,” ucapnya.

    Selain APS, BPS juga mencatat penurunan Angka Partisipasi Murni (APM) pada seluruh jenjang pendidikan dibandingkan tahun sebelumnya. APM SD turun dari 98,10 persen pada 2024 menjadi 96,62 persen pada 2025. Di jenjang SMP, APM menurun dari 84,70 persen menjadi 83,12 persen. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada jenjang SMA, yakni dari 78,78 persen menjadi 71,91 persen.

    Menurut Supriyanto, tren tersebut perlu menjadi perhatian karena menunjukkan semakin sedikit anak yang mengenyam pendidikan sesuai kelompok usianya.

    “Walaupun pendidikan gratis, tetap ada biaya lain yang harus dikeluarkan keluarga untuk menunjang pendidikan. Itu bisa berpengaruh terhadap keberlanjutan sekolah anak,” pungkasnya.

     

    Anak Putus Sekolah BPS Samarinda Pendidikan Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026

    Rudy Mas’ud: Sengketa SMAN 10 Usai, Kini Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Juli 22, 2026

    Pembenahan SMAN 10 Samarinda Belum Rampung, Gubernur Akui Belum Ada Anggaran Khusus

    Juli 21, 2026

    MPLS Sekolah Rakyat Mundur dari Jadwal Nasional, Baru Digelar Akhir Juli

    Juli 20, 2026

    Pengadaan Buku Fisik Perpustakaan Samarinda Nihil Tahun Ini

    Juli 20, 2026

    Aturan Sekolah Kedinasan Terbit, Lulusan Tetap Berpeluang Jadi CPNS

    Juli 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Anak

    Nur AjijahJuli 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghambat pelaksanaan…

    Peringati Hari Anak Nasional, DP2PA Samarinda Perkuat Upaya Cegah Kekerasan terhadap Anak

    Juli 23, 2026

    Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda

    Juli 23, 2026

    1.900 Pencari Kerja Serbu Mahakam Job Fair, Hanya 764 Lowongan Tersedia

    Juli 23, 2026

    Pemkot Dorong Urban Farming sebagai Strategi Jangka Panjang Kendalikan Inflasi

    Juli 23, 2026
    1 2 3 … 3,233 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.