Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    September 15, 2026

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»MPLS Sekolah Rakyat Mundur dari Jadwal Nasional, Baru Digelar Akhir Juli
    Pendidikan

    MPLS Sekolah Rakyat Mundur dari Jadwal Nasional, Baru Digelar Akhir Juli

    AminahBy AminahJuli 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kecamatan Palaran Kota Samarinda (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tiga Sekolah Rakyat rintisan Kota Samarinda tidak berlangsung bersamaan dengan sekolah lain pada awal tahun ajaran 2026/2027.

    Saat siswa di sekolah umum telah menyelesaikan MPLS pada 13–17 Juli sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, Sekolah Rakyat baru dijadwalkan memulai kegiatan tersebut pada akhir Juli karena pembangunan kampus terpadu di Palaran belum selesai.

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie menilai, keterlambatan terjadi karena konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler yang membutuhkan kesiapan fasilitas asrama dan kawasan pendidikan secara menyeluruh.

    “Kalau bicara Sekolah Rakyat memang ada perbedaan. Kurikulumnya tetap mengacu pada sistem pendidikan nasional, tetapi kendalanya ada pada kesiapan fasilitas karena mereka memiliki asrama dan berbagai sarana pendukung. Pembangunannya belum selesai sehingga otomatis pelaksanaan MPLS ikut tertunda,” kata Novan, Senin, 20 Juli 2026.

    Penundaan tersebut tidak serta-merta menghambat seluruh proses pendidikan. Aktivitas pembelajaran bagi peserta didik tetap akan berjalan setelah seluruh fasilitas dasar dinyatakan siap digunakan.

    Komisi IV belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi karena masih menunggu perkembangan pembangunan sekaligus ingin melihat pelaksanaan program secara utuh setelah operasional dimulai.

    “Kami juga ingin melihat bagaimana implementasinya nanti, termasuk sebaran peserta didik yang diterima. Jadi kami akan melakukan peninjauan pada tahapan berikutnya,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman memastikan seluruh Sekolah Rakyat rintisan akan dipusatkan di Kampus Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda di Kecamatan Palaran.

    “Ya semua sekolah rintisan dipindahkan ke Palaran. Di akhir bulan ini sudah mulai MPLS di gedung yang baru,” kata Arif.

    Pelaksanaan MPLS dijadwalkan dimulai pada 30 Juli 2026, bertepatan dengan mulai difungsikannya kompleks pendidikan yang dibangun pemerintah pusat.

    Sebanyak 270 siswa telah dinyatakan diterima pada tahun ajaran pertama program tersebut. Arif mengatakan proses rekrutmen peserta didik telah rampung, sedangkan penyelesaian pembangunan fisik masih menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

    “Bangunannya sudah hampir selesai. Kami optimistis akhir bulan ini bisa digunakan sehingga MPLS dapat dimulai sesuai jadwal,” ujarnya.

    Arif menambahkan Pemkot Samarinda berperan pada proses rekrutmen peserta didik serta penyediaan tenaga pendamping, sementara pembangunan kampus sepenuhnya dikerjakan pemerintah pusat.

     

    DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie MPLS Sekolah Rakyat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Aturan Baru PIP Resmi Berlaku, Sasaran Diperluas hingga Anak Usia TK

    September 14, 2026

    Warga Resah Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Terjadi di Samarinda

    September 14, 2026

    Jadi Sumber Inspirasi Anak, Guru PAUD Dituntut Kreatif

    September 12, 2026

    Polnes Borong 9 Prestasi di KMIPN VIII 2026, Bawa Pulang Empat Gelar Juara I

    September 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    Ratu ArifanzaSeptember 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda belum sepenuhnya tersedia pada bagian…

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,343 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.