Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS
    Kesehatan

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    AminahBy AminahSeptember 23, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Global Fund
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin saat wawancara di Gedung Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (23/9/2026). (Foto: Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keberlanjutan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menghadapi persoalan pembiayaan seiring rencana transisi dukungan Global Fund menuju pendanaan domestik.

    Pemerintah daerah kini perlu menghitung kembali kebutuhan anggaran agar layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV tidak bergantung pada dukungan donor dalam jangka panjang.

    Global Fund memang masih memberikan dukungan untuk program HIV di Indonesia. Namun, pemerintah pusat bersama Global Fund telah menyiapkan agenda transisi pendanaan menuju pembiayaan domestik.

    Global Fund menyebut program HIV dan tuberkulosis Indonesia dijadwalkan memasuki fase transisi setelah Grant Cycle 9 berakhir pada 2032, sementara Grant Cycle 8 berlangsung pada 2027–2029.

    Di Kaltim, sebagian kebutuhan program HIV saat ini masih ditopang pemerintah pusat dan Global Fund, terutama terkait alat pemeriksaan, reagen, serta dukungan program. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mulai menghitung bagian pembiayaan yang nantinya perlu ditanggung melalui anggaran daerah.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, penyediaan obat antiretroviral (ARV) dan sejumlah kebutuhan pemeriksaan HIV masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, termasuk dukungan Global Fund.

    “Antiretroviral terapi itu disediakan oleh Kementerian Kesehatan. Termasuk juga dengan Global Fund. Sementara kita hanya menyiapkan fasilitas yang ada, seperti rumah sakit, klinik swasta, puskesmas dan sumber daya manusia kesehatan,” kata Jaya, Rabu 23 September 2026.

    Skema pembiayaan tersebut menunjukkan peran pemerintah daerah selama ini lebih banyak berada pada penyediaan fasilitas dan sumber daya pelayanan. Sementara kebutuhan tertentu termasuk reagen dan alat skrining, masih dikirim dari pemerintah pusat.

    Jaya mengatakan kondisi itu akan dievaluasi untuk menentukan kebutuhan yang nantinya dapat dibagi pembiayaannya antara pemerintah pusat dan daerah.

    “Di tahun depan kita akan melakukan evaluasi kembali terkait dengan yang biasa disediakan oleh pusat. Kemudian nanti kita sharing dengan daerah, seperti skrining HIV,” ujarnya.

    Skrining yang dimaksud mencakup pemeriksaan terhadap ibu hamil, kelompok berisiko dan populasi kunci, selain pendekatan pemeriksaan lainnya.

    Persoalan pembiayaan ini menjadi penting karena layanan HIV tidak berhenti pada penyediaan obat. Pemeriksaan untuk menemukan kasus, memastikan pasien mendapatkan terapi, pemantauan pengobatan hingga keberlanjutan layanan di fasilitas kesehatan juga membutuhkan dukungan anggaran.

    Di tengah perubahan skema pendanaan tersebut, DPRD Kaltim sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

    Jaya mengatakan regulasi baru dibutuhkan karena Perda Kaltim Nomor 5 Tahun 2007 dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan penanggulangan HIV saat ini.

    Regulasi baru nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil peran lebih besar ketika kegiatan yang sebelumnya dibiayai pemerintah pusat atau donor mulai dialihkan.

    “Dengan perda yang baru ini menjadi dasar bahwa pemerintah daerah juga harus menyiapkan semua kegiatannya yang tidak dianggarkan lagi oleh Kementerian Kesehatan maupun pusat,” katanya.

    Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan karena pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan agenda transisi pembiayaan program Global Fund. Kementerian Dalam Negeri pada Mei 2026 juga telah membahas transisi pendanaan domestik untuk menjaga keberlanjutan program HIV, TBC dan malaria setelah periode hibah Global Fund.

    Tantangan bagi Kaltim bukan sekadar menentukan siapa yang membayar, tetapi memastikan perubahan sumber pembiayaan tidak mengganggu akses masyarakat terhadap layanan HIV.

    Saat ini, alat skrining HIV dan sejumlah kebutuhan pemeriksaan masih disediakan pemerintah pusat. ARV juga merupakan bagian dari layanan yang disediakan melalui sistem nasional.

    Pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan kebutuhan secara bertahap, termasuk menentukan jenis layanan dan alat yang nantinya perlu mendapat dukungan anggaran daerah.

    “Misalnya alat untuk reagen juga diberikan dari pusat, ada beberapa fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Kemudian juga untuk alat skrining pemeriksaan HIV masih dikirim oleh pusat,” pungkasnya.

    Dinkes Kaltim Global Fund HIV Jaya Mualimin Kemenkes
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Intrusi Air Laut Ganggu Distribusi, Dinkes Samarinda Imbau Air PDAM untuk MCK

    September 18, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    AminahSeptember 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keberlanjutan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menghadapi persoalan pembiayaan seiring…

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.