Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit
    Samarinda

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 1, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ibu dari korban, Ratnasari, saat ditemui awak media di kediamannya (Insitekaltim, Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Seorang siswa magang bernama Mandala meninggal dunia secara mendadak pada Kamis dini hari, 24 April 2026. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang diduga akibat penggunaan sepatu yang terlalu sempit.

    Ibu korban, Ratnasari menceritakan bahwa keluhan tersebut sudah dirasakan sejak awal masa magang. Dalam dua hari pertama, Mandala mengaku kakinya sakit, namun tetap dipaksakan untuk beraktivitas.

    “Awalnya dia bilang kakinya sakit, tapi dibiarkan saja. Sampai setengah bulan kemudian baru dia jujur kalau sepatunya kekecilan,” ungkap Ratnasari saat diwawancarai pada Kamis, 30 April 2026.

    Meski merasakan nyeri saat berjalan, korban tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Bahkan, ia sempat meminta ibunya untuk mencarikan bantalan agar kakinya lebih nyaman saat menggunakan sepatu.

    Kondisi korban mulai memburuk pada Selasa, ketika rasa sakit semakin intens. Keesokan harinya, kaki korban dilaporkan mulai mengalami pembengkakan di bagian punggung kaki. Setelah mendapatkan penanganan berupa suntikan, kondisi tersebut sempat membaik.

    Pada Kamis pagi, Mandala bahkan terlihat kembali beraktivitas normal. Ia sempat membantu pekerjaan rumah dan menunjukkan nafsu makan yang meningkat drastis.

    “Dia makan banyak sekali, tidak seperti biasanya. Saya sampai kaget karena biasanya makannya sedikit,” kata Ratnasari.

    Namun, pada malam harinya, korban meminta untuk beristirahat lebih awal. Sebelum tidur, ia sempat menyampaikan pesan kepada ibunya.

    “Dia bilang, ‘Mak, kalau Mandala nanti tidak ada, mama harus kuat, jaga kakak dan adik,’” tuturnya.

    Ratnasari mengaku tidak menaruh kecurigaan karena mengira anaknya hanya kelelahan. Namun saat ia terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, Mandala sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

    “Saya kira dia tidur seperti biasa. Tapi pas saya pegang, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya.

    Di tengah duka, Ratnasari juga mengungkapkan kendala yang dihadapi saat hendak mengurus jenazah. Ia mengaku sempat meminta bantuan kepada Ketua RT setempat untuk peminjaman ambulans, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan administrasi dan biaya.

    “Katanya harus ikut rukun kematian, semua serba uang. Disarankan cari relawan saja,” jelasnya.

    Beruntung, pihak sekolah tempat korban menempuh pendidikan turut membantu proses penanganan jenazah. Seorang guru bernama Rahmat disebut memberikan bantuan mulai dari ambulans hingga proses pemakaman.

    “Alhamdulillah, dari pihak sekolah banyak membantu, mulai dari ambulans sampai pemakaman,” tambah Ratnasari.

    Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian terkait kondisi kesehatan siswa selama menjalani kegiatan magang, serta akses layanan darurat bagi masyarakat kurang mampu.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.