Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Nahkodai PSI Bontang, Ridho Lapatau Tancap Gas Bentuk Struktur Kelurahan dalam 30 Hari

    Juni 25, 2026

    DPRD Tolak Keras Pemangkasan Anggaran, Bantuan Pakan dan Bibit Ikan Terancam Terhenti

    Juni 25, 2026

    Disdag Ultimatum: Pedagang Pasar Pagi, Agustus Seluruh Kios Harus Sudah Ditempati

    Juni 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit
    Samarinda

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 1, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ibu dari korban, Ratnasari, saat ditemui awak media di kediamannya (Insitekaltim, Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Seorang siswa magang bernama Mandala meninggal dunia secara mendadak pada Kamis dini hari, 24 April 2026. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang diduga akibat penggunaan sepatu yang terlalu sempit.

    Ibu korban, Ratnasari menceritakan bahwa keluhan tersebut sudah dirasakan sejak awal masa magang. Dalam dua hari pertama, Mandala mengaku kakinya sakit, namun tetap dipaksakan untuk beraktivitas.

    “Awalnya dia bilang kakinya sakit, tapi dibiarkan saja. Sampai setengah bulan kemudian baru dia jujur kalau sepatunya kekecilan,” ungkap Ratnasari saat diwawancarai pada Kamis, 30 April 2026.

    Meski merasakan nyeri saat berjalan, korban tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Bahkan, ia sempat meminta ibunya untuk mencarikan bantalan agar kakinya lebih nyaman saat menggunakan sepatu.

    Kondisi korban mulai memburuk pada Selasa, ketika rasa sakit semakin intens. Keesokan harinya, kaki korban dilaporkan mulai mengalami pembengkakan di bagian punggung kaki. Setelah mendapatkan penanganan berupa suntikan, kondisi tersebut sempat membaik.

    Pada Kamis pagi, Mandala bahkan terlihat kembali beraktivitas normal. Ia sempat membantu pekerjaan rumah dan menunjukkan nafsu makan yang meningkat drastis.

    “Dia makan banyak sekali, tidak seperti biasanya. Saya sampai kaget karena biasanya makannya sedikit,” kata Ratnasari.

    Namun, pada malam harinya, korban meminta untuk beristirahat lebih awal. Sebelum tidur, ia sempat menyampaikan pesan kepada ibunya.

    “Dia bilang, ‘Mak, kalau Mandala nanti tidak ada, mama harus kuat, jaga kakak dan adik,’” tuturnya.

    Ratnasari mengaku tidak menaruh kecurigaan karena mengira anaknya hanya kelelahan. Namun saat ia terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, Mandala sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

    “Saya kira dia tidur seperti biasa. Tapi pas saya pegang, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya.

    Di tengah duka, Ratnasari juga mengungkapkan kendala yang dihadapi saat hendak mengurus jenazah. Ia mengaku sempat meminta bantuan kepada Ketua RT setempat untuk peminjaman ambulans, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan administrasi dan biaya.

    “Katanya harus ikut rukun kematian, semua serba uang. Disarankan cari relawan saja,” jelasnya.

    Beruntung, pihak sekolah tempat korban menempuh pendidikan turut membantu proses penanganan jenazah. Seorang guru bernama Rahmat disebut memberikan bantuan mulai dari ambulans hingga proses pemakaman.

    “Alhamdulillah, dari pihak sekolah banyak membantu, mulai dari ambulans sampai pemakaman,” tambah Ratnasari.

    Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian terkait kondisi kesehatan siswa selama menjalani kegiatan magang, serta akses layanan darurat bagi masyarakat kurang mampu.

     

    Magang Meninggal Dunia Sakit Siswa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rute Penerbangan Samarinda-Melak Kembali Dibuka, Jawab Kebutuhan Mobilitas Warga Kubar

    Juni 19, 2026

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Nahkodai PSI Bontang, Ridho Lapatau Tancap Gas Bentuk Struktur Kelurahan dalam 30 Hari

    SittiJuni 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bontang resmi dipimpin…

    DPRD Tolak Keras Pemangkasan Anggaran, Bantuan Pakan dan Bibit Ikan Terancam Terhenti

    Juni 25, 2026

    Disdag Ultimatum: Pedagang Pasar Pagi, Agustus Seluruh Kios Harus Sudah Ditempati

    Juni 25, 2026

    Canangkan Desa Cantik di PPU, Harum Dorong Pembangunan Berbasis Data

    Juni 25, 2026

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,169 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.