Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kepala BPS RI Imbau Masyarakat Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

    Juni 27, 2026

    Kehadiran Kopdes Merah Putih Jadi Peluang Bangun Sinergi Antarlembaga Ekonomi Desa

    Juni 27, 2026

    Andi Faiz Kembali Pimpin Golkar Bontang 2025–2030, Tegaskan Partai Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Rakyat

    Juni 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Kaltim Meninggal di Tanah Suci, Dua Akibat Serangan Jantung
    Kesehatan

    Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Kaltim Meninggal di Tanah Suci, Dua Akibat Serangan Jantung

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 3, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin diwawancarai di Samarinda, Selasa, 2/6/2026 (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mencatat tiga jemaah haji asal Benua Etam meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji 2026.

    Sebagian besar jemaah yang wafat merupakan kelompok lanjut usia (lansia) dengan riwayat penyakit yang sebelumnya telah terkontrol.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, berdasarkan hasil audit dan laporan tim kesehatan haji, dua dari tiga jemaah yang meninggal diduga akibat serangan jantung. Seluruhnya merupakan jemaah lansia yang memiliki faktor risiko kesehatan.

    “Ada tiga yang meninggal. Dua di antaranya karena serangan jantung. Semuanya lansia,” kata Jaya di Samarinda, Selasa, 2 Juni 2026.

    Meski memiliki riwayat penyakit, Jaya menegaskan kondisi kesehatan para jemaah tersebut sebenarnya telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan terkendali sebelum keberangkatan.

    Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan sebagian jemaah yang wafat memang memiliki penyakit penyerta, namun dalam kondisi terkontrol. Termasuk salah satu jemaah yang memiliki riwayat tuberkulosis (TB) dan telah menyelesaikan pengobatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

    “Saya lakukan audit secara daring. Ternyata yang dilaporkan memang memiliki risiko kesehatan tetapi risikonya terkontrol. Ada yang punya riwayat TB namun pengobatannya sudah selesai,” ujarnya.

    Jaya menilai kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan jemaah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, suhu udara di sejumlah lokasi pelaksanaan ibadah haji masih mencapai 45 derajat Celsius.

    Padahal sebelumnya terdapat informasi bahwa musim haji tahun ini diperkirakan menjadi musim haji terakhir dengan cuaca yang relatif lebih sejuk.

    “Ternyata di sana masih panas. Suhunya ada yang mencapai 45 derajat Celsius,” katanya.

    Selain faktor cuaca, aktivitas fisik yang cukup berat selama menjalankan rangkaian ibadah juga menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama kelompok lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

    Salah satu jemaah dilaporkan tiba-tiba pingsan saat hendak melaksanakan salat. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Madinah, sementara kasus lainnya terjadi di Makkah.

    “Ada yang di Madinah, ada yang di Makkah. Semuanya memang memiliki faktor risiko, terutama karena usia lanjut,” tuturnya.

    Ia menambahkan, pihaknya menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk memperketat pemantauan kesehatan jemaah selama berada di Arab Saudi.

    Menurutnya pemeriksaan kesehatan tidak hanya perlu dilakukan terhadap jemaah yang sakit, tetapi juga mereka yang terlihat sehat.

    “Setiap hari harus dicek, bukan hanya yang sakit. Yang sehat juga harus dipantau karena kondisinya bisa berubah tiba-tiba,” jelasnya.

    Selain penyakit jantung, Dinkes Kaltim juga menerima laporan adanya jemaah yang mengalami gangguan paru-paru dan influenza. Salah satu kasus influenza diketahui terjadi pada jemaah yang tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.

    Menurut Jaya, penyakit jantung dan paru-paru menjadi dua gangguan kesehatan yang paling perlu diwaspadai selama pelaksanaan ibadah haji karena tingginya aktivitas fisik dan kondisi lingkungan yang ekstrem.

    Meski terdapat tiga jemaah yang meninggal dunia, Jaya menyebut angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan pelaksanaan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya.

    “Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah jemaah yang meninggal tahun ini masih relatif sedikit,” terangnya.

    Dinkes Kaltim berharap jumlah tersebut tidak bertambah hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.

    “Kita terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap jemaah yang masih berada di Tanah Suci,” pungkasnya.

     

    Dinkes Kaltim Jaya Mualimin Jemaah Haji
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kasus HIV di Samarinda Hingga Juni 2026, Capai 184 Orang

    Juni 27, 2026

    Penemuan Kasus TB Samarinda Tembus 91 Persen, Skrining Terus Digencarkan

    Juni 26, 2026

    Pemprov Kaltim Tegaskan, Rehabilitasi Narkoba Libatkan RS hingga Puskesmas

    Juni 25, 2026

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kepala BPS RI Imbau Masyarakat Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

    Nur AjijahJuni 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti mengimbau masyarakat Kaltim,…

    Kehadiran Kopdes Merah Putih Jadi Peluang Bangun Sinergi Antarlembaga Ekonomi Desa

    Juni 27, 2026

    Andi Faiz Kembali Pimpin Golkar Bontang 2025–2030, Tegaskan Partai Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Rakyat

    Juni 27, 2026

    SPMB Tahap II Kaltim Tanpa Tes, Nilai Rapor Semester 1–5 Jadi Penentu Lolos SMA/SMK Negeri

    Juni 27, 2026

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    Juni 27, 2026
    1 2 3 … 3,176 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.