Insitekaltim, Samarinda – Setelah kehilangan sejumlah kursi legislatif dalam beberapa pemilu terakhir, Partai Demokrat mulai menyusun langkah pemulihan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain memperkuat konsolidasi internal, partai ini membuka peluang bagi tokoh masyarakat dan figur daerah untuk bergabung sebagai bagian dari strategi memperbesar kekuatan politik menuju Pemilu 2029.
Langkah tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Demokrat Kalimantan Timur di Hotel Mercure Samarinda, Jumat malam, 12 Juni 2026.
Menurutnya, Demokrat membutuhkan kolaborasi yang lebih luas agar mampu kembali bersaing di tengah ketatnya kontestasi politik nasional maupun daerah.
Demokrat ingin menjadi rumah politik yang terbuka bagi berbagai kalangan yang memiliki visi membangun daerah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Karena itu, partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut memberi ruang bagi tokoh masyarakat yang ingin berkiprah melalui Demokrat.
“Kami juga mengumumkan kepada publik, sebagai partai yang inklusif dan terbuka, kami menerima tokoh-tokoh masyarakat yang ingin bergabung dengan Partai Demokrat. Tokoh masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan Demokrat sebagai kiprah politik dalam memberikan kontribusi kepada rakyat,” katanya.
Meski membuka ruang selebar-lebarnya, Herman menegaskan setiap kader maupun tokoh yang bergabung harus memiliki komitmen terhadap aturan partai. Loyalitas dan kepatuhan terhadap AD/ART menjadi syarat utama dalam membangun kekuatan organisasi.
“Kami memberikan karpet biru dan pintu yang lebar. Tetapi sepanjang bisa bersama-sama membangun soliditas, solidaritas dan berpegang teguh terhadap peraturan yang berlaku di Partai Demokrat,” ujarnya.
Selain membuka ruang bagi figur eksternal, Demokrat juga tengah melakukan evaluasi terhadap capaian politik partai di Kaltim.
Dalam beberapa periode terakhir, perolehan kursi Demokrat di tingkat legislatif mengalami penurunan dibanding masa kejayaannya pada Pemilu 2009.
Herman mengingatkan bahwa Demokrat pernah menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kaltim. Saat itu, partai tersebut mampu mengirim dua wakil ke DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim serta memiliki representasi yang cukup kuat di DPRD provinsi.
“Kami ingin mengembalikan semangat kemenangan itu. Demokrat Kaltim pernah mengirim dua anggota DPR RI dan memiliki kekuatan yang cukup besar di DPRD. Itu menjadi modal dan semangat bagi kami untuk bangkit kembali,” katanya.
Upaya mengembalikan kekuatan politik Demokrat tidak cukup hanya mengandalkan figur. Penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput menjadi pekerjaan utama yang harus dilakukan kepengurusan baru hasil Musda.
Musda kali ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi untuk menyatukan kembali kekuatan kader menjelang Pemilu 2029.
“Rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan rebut kemenangan. Itu menjadi spirit yang kami bangun bersama untuk menghadapi kontestasi politik ke depan,” tegasnya.

