Insitekaltim, KUKAR – Olahraga petualangan canyoneering mulai menarik minat anak muda sebagai aktivitas yang memadukan trekking, panjat tebing, hingga menuruni aliran air terjun.
Salah satu remaja yang tinggal di Desa Makarti Errsa, mencoba olahraga ini untuk pertama kalinya pada Mei 2026 di kawasan Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara bersama pemandu dari Sekawan Trip.
Ketertarikan Errsa muncul setelah melihat video canyoneering di media sosial Instagram yang menampilkan aktivitas ekstrem seperti menuruni tebing dan bergelantungan di atas air terjun.
Kebetulan, Desa Makarti tempat ia tinggal merupakan desa tetangga lokasi canyoneering di Santan Ulu. Untuk sampai ke sana, Errsa hanya perlu sekitar 30-40 menit tergantung kondisi jalan dan cuaca.
“Awalnya lihat di Instagram kelihatannya seru banget. Ada turun tebing dan bergelantungan di air terjun jadi penasaran karena belum pernah coba,” ujarnya di Makarti, Jumat, 5 Juni 2026.
Errsa menuturkan perjalanan menuju lokasi sudah memberikan tantangan tersendiri karena kondisi jalan yang tidak mulus. Setibanya di lokasi, peserta juga harus ekstra hati-hati karena medan berbatu yang licin dan dipenuhi lumut.
“Perjalanannya kayak offroad. Di lokasi juga harus hati-hati karena batu licin dan banyak lumut,” kisahnya.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah ketika menuruni tebing dan jalur tracking yang menanjak, licin dan menguras tenaga, terutama karena pakaian yang sudah basah membuat pergerakan semakin berat.
Meski sempat diliputi rasa takut saat melihat ketinggian tebing, ia akhirnya bisa mengatasi rasa tersebut berkat pendampingan dan dukungan dari pemandu.
“Pas lihat ke bawah sempat takut, tapi karena guide terus menyemangati jadi lebih berani,” ucapnya.
Setelah menyelesaikan seluruh jalur, Errsa merasakan campuran emosi antara senang, lega dan bangga karena berhasil melewati tantangan tersebut.
“Campur aduk, senang, lega, puas. Nggak nyangka bisa sampai selesai,” tuturnya.
Wanita berusia 18 tahun itu mengatakan canyoneering memberikan sensasi adrenalin sekaligus menjadi cara efektif untuk melepas penat karena disertai pemandangan alam yang indah.
Ia pun menyarankan pemula untuk melakukan persiapan fisik sebelum mencoba, seperti jogging agar stamina lebih siap menghadapi medan.
Selain itu, Errsa juga mengingatkan pentingnya mengikuti instruksi pemandu serta menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap.
“Yang penting jangan terlalu takut, dengar arahan guide. Takut itu wajar, tapi jangan sampai bikin kita nggak coba,” terangnya.
Baginya, canyoneering bisa menjadi alternatif olahraga anak muda karena tidak monoton dan dapat dilakukan sambil berwisata bersama teman.
Ia bahkan mengaku ingin mencoba jalur yang lebih ekstrem di kesempatan berikutnya.

