Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara menjadikan Perumda Tirta Kencana Samarinda sebagai salah satu rujukan dalam pengelolaan perusahaan air minum daerah.
Direktur Perumda Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim mengatakan, perusahaan saat ini melayani sekitar 190 ribu pelanggan dengan kapasitas produksi air mencapai 3.570 liter per detik. Pemkot Samarinda menargetkan cakupan layanan air bersih mencapai 100 persen pada 2029.
Meski demikian, Nor Wahid mengakui Perumda Tirta Kencana masih menghadapi sejumlah tantangan. Terutama tingginya angka Non Revenue Water (NRW) atau air tak berekening.
“Kami masih terus berbenah. Salah satu tantangan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah adalah persoalan Non Revenue Water (NRW),” ujarnya saat menerima kunjungan studi tiru rombongan Pemkot Bitung ke Kantor Perumda Tirta Kencana Samarinda, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia juga mengungkapkan biaya listrik menjadi komponen operasional terbesar yang mencapai sekitar Rp6 miliar per bulan akibat kondisi geografis Samarinda yang didominasi wilayah berbukit.
Untuk menekan biaya, perusahaan menerapkan pengaturan produksi pada jam beban puncak listrik tanpa mengganggu distribusi air kepada pelanggan.
Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung Jeffry Wowiling menyampaikan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari tata kelola dan pengembangan layanan yang diterapkan Perumda Tirta Kencana.
“Kami memperoleh banyak referensi mengenai perkembangan dan keberhasilan Perumda Tirta Kencana sehingga Samarinda menjadi salah satu daerah yang kami jadikan rujukan untuk belajar,” ucapnya.
Ia menambahkan, Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung saat ini melayani sekitar 50 ribu pelanggan dengan kapasitas produksi 400 liter per detik dan masih menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan layanan.

