Insitekaltim, Samarinda – Sore hari di GOR Sempaja Samarinda menjadi waktu rutin bagi Duandika, seorang anak berusia 6 tahun yang mulai aktif bersepeda bersama orang tuanya sebagai bagian dari kegiatan fisik di luar sekolah.
Di tengah rutinitas sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), Duandika mengisi waktu sore dengan bersepeda bersama ibunya, Tyas sebagai cara sederhana untuk menjaga aktivitas fisik sekaligus mengurangi penggunaan gadget.
Tyas mengatakan kebiasaan bersepeda ini mulai dikenalkan sejak tahun lalu saat anaknya masih berusia 5 tahun. Saat ini, Duandika hendak masuk Sekolah Dasar (SD). Selama bersepeda, Duandika menggunakan roda bantu karena masih dalam tahap belajar.
“Sudah mulai dari tahun lalu belajar sepeda. Awalnya pakai push bike dulu, terus lihat sepupu-sepupunya bisa sepeda, jadi dia juga tertarik,” ujarnya saat menunggu anaknya bermain sepeda di Gelora Kadrie Oening Samarinda, Rabu 3 Juni 2026.
Setiap sore jika memiliki waktu senggang, Tyas mengajak anaknya ke Gelora Kadrie Oening yang berlokasi tak jauh dari rumahnya di Jalan M Yamin. Aktivitas ini juga sering dilakukan bersamaan dengan olahraga keluarga.
“Biasanya saya juga lari sore. Jadi sekalian dia ikut pakai sepeda. Kalau bapaknya lari dia ikut temani juga,” kisahnya.
Selain untuk olahraga, Tyas menyebut bersepeda menjadi alternatif penting agar anak tetap aktif secara fisik di luar rumah. Ia pun membatasi penggunaan gadget hanya pada akhir pekan.
“Gadget cuma boleh Sabtu dan Minggu. Saya ingin dia punya kegiatan fisik,” tegasnya.
Tyas menuturkan, aktivitas di sekolah TK anaknya belum terlalu padat sehingga masih banyak waktu luang yang bisa diisi dengan kegiatan luar ruang.
Ia mengaku Duandika termasuk anak yang aktif dan mudah bosan sehingga perlu banyak aktivitas luar ruang. Selain itu, sebagai anak tunggal, bersepeda juga menjadi sarana untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain yang ditemui di lokasi.
“Kalau di sini kadang ada anak kecil juga, dia suka ajak kenalan. Tapi bukan komunitas, lebih ke ketemu teman saja di lapangan,” tambahnya.
Bagi Tyas, bersepeda bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga cara sederhana menjaga keseimbangan aktivitas anak di tengah meningkatnya penggunaan gadget.
Di sore hari, Gelora Kadrie Oening Samarinda menjadi ruang bermain sekaligus tempat Duandika belajar bergerak dan bersosialisasi.

