Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    Oktober 19, 2026

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Tak Sejalan dengan Kondisi Daerah, WFH Dinilai Ganggu Perputaran Ekonomi Kaltim
    Kaltim

    Tak Sejalan dengan Kondisi Daerah, WFH Dinilai Ganggu Perputaran Ekonomi Kaltim

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 5, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri, saat memberi keterangan mengenai distribusi BBM (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang dikeluarkan pemerintah pusat menuai tanggapan dari daerah. Ketua JMSI Kalimantan Timur (Kaltim) Mohammad Sukri menilai,.penerapan kebijakan tersebut tidak sepenuhnya cocok diberlakukan di Kaltim.

    Menurutnya, kondisi daerah tidak bisa disamakan dengan wilayah metropolitan seperti Jakarta yang memiliki tingkat kepadatan dan mobilitas tinggi.

    “Semangatnya mungkin baik, tapi tidak bisa disamaratakan. Kondisi daerah berbeda,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.

    Ia menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat di Kaltim masih tergolong normal, dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu padat dan tersebar di beberapa kabupaten/kota. Hal ini membuat kebijakan WFH dinilai tidak terlalu mendesak untuk diterapkan.

    “Di sini aktivitas masih berjalan seperti biasa, tidak seperti kota besar yang padat,” katanya.

    Sukri juga menyoroti dampak yang bisa muncul jika kebijakan tersebut dipaksakan, terutama terhadap pelayanan publik dan perputaran ekonomi di daerah.

    “Kalau pelayanan dibatasi, masyarakat yang ingin mengurus keperluan jadi terdampak. Termasuk sektor perbankan, itu bisa mengganggu ekonomi,” jelasnya.

    Selain itu ia menilai ada perbedaan beban antara sektor pemerintah dan swasta dalam menjalankan kebijakan tersebut. Pegawai pemerintah tetap menerima gaji, sementara pelaku usaha harus menanggung biaya operasional meski aktivitas terbatas.

    “Swasta tetap harus membayar karyawan, sementara aktivitasnya tidak maksimal. Ini perlu dipertimbangkan,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa kebijakan dari pusat sebaiknya tidak langsung diterapkan tanpa melihat kondisi daerah secara menyeluruh.

    “Daerah harus mengkaji dulu, apakah kebijakan itu sesuai atau tidak,” tegasnya.

    Menurutnya jika tidak dikaji dengan matang, kebijakan tersebut justru berpotensi merugikan masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kecil.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Vape Terancam Dilarang di Kaltim, Polda Segera Panggil Para Pedagang

    Oktober 14, 2026

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    Oktober 13, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    SintaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Samarinda telah mencapai 21…

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.