Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan
    Kaltim

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    AminahBy AminahOktober 19, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Aksi TRC PPA Kaltim bertahan di Kantor Gubernur Kaltim untuk mendesak penanganan karhutla yang dinilai mengancam kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak-anak, Senin, 19/10/2026. (Insitekaltim/Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aksi protes penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Senin, 19 Oktober 2026 masih berlangsung.

    Di tengah tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret, negosiasi untuk memindahkan aksi ke dalam ruangan masih dilakukan, sementara kepastian kehadiran Gubernur Kaltim menemui massa belum diperoleh.

    Aksi yang digelar Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim tersebut dipicu kekhawatiran terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Massa juga menyoroti meninggalnya seorang bayi yang diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Syarifah Alawiyah mengatakan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah bersiap untuk berkoordinasi dengan peserta aksi. Instansi yang dilibatkan meliputi BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan DP3A.

    Pemerintah berharap massa bersedia menyampaikan tuntutan di dalam ruangan agar komunikasi berlangsung lebih efektif. Namun, saat memberikan keterangan upaya tersebut masih dalam tahap negosiasi.

    “Kami berharap unjuk rasa ini bisa dilakukan di dalam ruangan. Karena kalau kita lakukan di luar dengan situasi arus lalu lintas yang cukup padat, komunikasi tidak akan tercapai dengan baik. Tidak efektif, ribut,” kata Syarifah.

    Dengan dialog langsung dapat membantu instansi terkait memahami tuntutan massa sekaligus mengidentifikasi langkah yang perlu dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

    “Kita ini dengan kesibukan kita enggak tahu kalau ada kejadian di ujung sana, di ujung sini. Dengan adanya viral ini kan baru tahu,” ujarnya.

    Salah satu persoalan yang disoroti dalam aksi tersebut ialah dugaan hubungan antara paparan kabut asap karhutla dan meninggalnya seorang bayi berusia dua tahun.

    Syarifah mengatakan pihaknya masih membutuhkan data untuk memastikan penyebab kematian korban. Ia merujuk pada informasi yang beredar di media sosial mengenai keterangan Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang disebut membantah bahwa kematian tersebut disebabkan asap.

    “Jadi data ini masih kami perlukan kebenarannya. Siapa tahu memang yang meninggal ini mungkin karena apa, sakit atau apa ya. Kita kan enggak tahu,” tutur Syarifah.

    Di sisi lain, TRC PPA Kaltim sebelumnya melaporkan telah mengunjungi tiga anak yang menjadi perhatian terkait dampak kabut asap. Dua di antaranya berada di kawasan Pelita 8, Samarinda. Satu anak dilaporkan dirawat di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sementara satu lainnya disebut turut terpapar asap.

    Laporan tersebut menambah urgensi permintaan perlindungan kesehatan bagi anak-anak di wilayah terdampak. Meski demikian, kondisi masing-masing anak dan kaitan gangguan kesehatannya dengan paparan asap masih memerlukan verifikasi.

    Syarifah mengatakan DP3A Kaltim hadir untuk menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, dan pemantauan. Sementara itu, pendampingan terhadap anak yang berkaitan dengan kasus di Samarinda, menurut dia, menjadi kewenangan DP3A Kota Samarinda.

    Dalam aksi tersebut, TRC PPA Kaltim mendesak pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional karena karhutla disebut masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kutai Barat dan Kutai Kartanegara.

    Selain itu, massa meminta pemerintah melengkapi peralatan pemadaman dan alat pelindung diri bagi petugas di lapangan serta memperkuat perlindungan masyarakat dari paparan asap.

    Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun, sebelumnya menyatakan akan bertahan di Kantor Gubernur hingga Gubernur Kaltim datang menemui peserta aksi. Ia bahkan menyatakan siap bertahan sampai keesokan hari jika tuntutan mereka belum direspons.

    Hingga aksi masih berlangsung, negosiasi agar massa menyampaikan tuntutan di dalam ruangan masih dilakukan. Belum ada kepastian apakah Gubernur Kaltim akan menemui peserta aksi secara langsung.

     

    Aksi Asap Karhutla Kantor Gubernur Kaltim karhutla TRC PPA
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    AminahOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan didorong tidak berhenti pada…

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun Tantang PMII Kawal Pembangunan Samarinda

    Oktober 18, 2026

    Kenali 3 Tanaman Indoor yang Berpotensi Menyerap Polutan di Dalam Rumah

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,392 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.