Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Syarifatul Dukung Odah Singgah PPM Minerba “Bekenyawa” Jadi Sentra UMKM dan Tempat Singgah Nyaman
    DPRD Kaltim

    Syarifatul Dukung Odah Singgah PPM Minerba “Bekenyawa” Jadi Sentra UMKM dan Tempat Singgah Nyaman

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 12, 2025Updated:Juli 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Marangkayu – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, memberikan apresiasi tinggi terhadap pembangunan Odah Singgah PPM Minerba Bekenyawa di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu.

    Dalam kunjungan kerja tersebut, ia menilai program ini sebagai langkah nyata perusahaan tambang dalam menjalankan tanggung jawab sosial melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

    “Apresiasi kepada perusahaan yang telah mengambil sumber daya alam dari daerah ini, dan kini juga berperan dalam memberdayakan masyarakat lokal. Ini memang seharusnya dilakukan,” ujar Syarifatul usai acara pada Sabtu, 12 Juli 2025.

    Menurutnya, kehadiran rest area ini akan memunculkan berbagai peluang ekonomi baru bagi warga sekitar, terutama dalam bentuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan penyerapan tenaga kerja.

    Ia berharap Odah Bekenyawa, menjadi fasilitas publik yang inklusif, nyaman, dan dapat diakses oleh semua kalangan.

    “Harapan kami, rest area ini betul-betul bisa menjadi tempat singgah yang nyaman untuk semua. Tadi disampaikan akan dibagi menjadi beberapa segmen. Jadi tidak hanya untuk masyarakat kelas atas, tapi juga masyarakat bawah. Semua bisa masuk, harganya terjangkau,” jelasnya.

    Syarifatul menekankan pentingnya menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Ia menggarisbawahi pernyataan Gubernur Rudy Mas’ud bahwa “ada harga, ada kualitas”, yang berarti baik produk premium maupun terjangkau harus tersedia dan dijaga kualitasnya.

    “Namanya penjual tidak bisa memaksakan harga tinggi. Harus menyesuaikan pasar. Kalau ada pejabat mampir, mungkin bisa coba kopi yang mahal. Tapi untuk masyarakat biasa juga tetap harus disediakan yang murah. Ini adil dan inklusif,” katanya.

    Ia juga mendorong percepatan pembangunan fasilitas rest area agar segera dapat dimanfaatkan secara optimal. Tidak hanya sebagai tempat istirahat, namun juga sebagai tempat relaksasi dan refreshing bagi para pelintas jalan maupun wisatawan.

    “Bangunannya ini menarik, langka, dan tidak umum. Konsepnya bagus. Kami apresiasi. Mudah-mudahan segera diperbaiki fasilitasnya dan bisa digunakan secepat mungkin, sesuai arahan Pak Gubernur tadi,” tambahnya.

    Syarifatul juga berharap rest area ini menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan tambang lainnya, khususnya sektor minerba, untuk turut serta aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar wilayah operasinya.

    “Kalau ini berhasil dan terlihat manfaatnya, saya yakin akan ada perusahaan lain yang tergerak. Kita dorong agar tidak hanya satu-dua perusahaan saja yang terlibat, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun daerah,” tandasnya.

    Dengan desain yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta peran aktif UMKM lokal, Rest Area “Odah Bekenyawa” diharapkan mampu menjadi ikon baru kawasan Marangkayu sekaligus motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal dan semangat kolaborasi.

    PPM Syarifatul Syadiah UMKM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    DPRD Samarinda Ingatkan Standar SPPG, Kualitas Program MBG Harus Diutamakan

    April 8, 2026

    Pemkot Samarinda Investigasi Kenaikan Harga Plastik, UMKM Diminta Gunakan Alternatif

    April 8, 2026

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus TJSL, Fokus Sinkronisasi Program Perusahaan dan Pemerintah

    April 6, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Dorong UMKM dan Pola Pikir Masyarakat, Samri Tegas Harus Ada Perubahan Strategi Ekonomi

    Maret 25, 2026

    Taman Tanjong Dipadati Pengunjung pada Hari Ketiga Lebaran, Jadi Favorit Wisata Keluarga

    Maret 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    Andika SaputraApril 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aparat gabungan dari TNI dan Polri menyiapkan pengamanan skala besar menjelang rencana…

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,064 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.