Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Sulit Tahan Nafsu Konsumtif, Financial Expert Bagi Solusinya
    Artikel

    Sulit Tahan Nafsu Konsumtif, Financial Expert Bagi Solusinya

    LarasBy LarasJanuari 13, 2025Updated:Januari 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Founder Finansialku.com Melvin Mumpuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Generasi Z atau generasi yang lahir pada 1997-2012 dinobatkan sebagai generasi paling konsumtif, dengan gaya hidup yang kerap melebihi kemampuan finansial.

    Sebagai Gen Z ataupun orang yang punya bakat boros tapi bukan lahir dari keluarga sultan, apakah anda ingin mengendalikan dorongan belanja tanpa harus merasa tersiksa?

    Seorang financial expert atau ahli keuangan menawarkan solusi praktis yang mudah diterapkan tanpa perlu membuat dompet “menjerit.” Apa rahasianya?

    Dalam Podcast Suara Berkelas Episode 14 berjudul “Harusnya Mindset Keuangan Para Sandwich Generation Tuh Gini!”, Founder Finansialku.com sekaligus ahli bidang finansial Melvin Mumpuni menjelaskan terdapat dua cara. Cara finance dan cara non-finance.

    Melalui cara finance, ada istilah budgeting atau membuat budget. Melvin mengibaratkan ini budgeting adalah seorang kiper. Budget yang keluar apakah sesuai kebutuhan atau tidak?

    “Kalau budget segini tapi yang dikeluarkan lebih banyak, kiper tidak bisa melewatkan. Kalau sesuai, berarti bisa. Disesuaikan kebutuhannya dengan kemampuan pengeluarannya,” kata Melvin.

    Budgeting bisa menggunakan metode 50:30:20 atau 50 persen untuk kebutuhan prioritas, seperti makan, kuota, pulsa, bensin, dan sebagainya. 30 persen untuk hiburan, seperti nonton, makan di luar, ngopi. Sedangkan, 20 persen untuk tabungan dan investasi.

    Ada juga yang menetapkan metode 40:30:20:10. Sama halnya seperti di atas, hanya saja kebutuhan prioritas hanya 40 persen dan 10 persen yang terakhir dialokasikan untuk sedekah.

    Untuk solusi secara non-finance, keuangan tidak selalu bisa soal uang itu sendiri. Sebagai ahli keuangan, Melvin sadar, uang tidak keluar dan masuk dengan kakinya sendiri, melainkan ada daya dorong dari manusianya.

    Melvin berpesan agar semua orang berprinsip mindful atau penuh kesadaran untuk mengelola dan menggerakkan uang mereka. Apabila memang memiliki keinginan kuat dalam menghibur diri melalui berbagai aktivitas boros, jangan lakukan tiap hari. Cukup satu kali seminggu agar hasrat boros tidak meronta-ronta.

    “Kalau doyan nonton dari subscribe platform apa misal, jangan. Harus secara sadar nonton cukup sekali seminggu di bioskop, sudah,” tegasnya.

    “Doyan ngopi? Ya tidak masalah. Cuman sadar juga, ngopi tidak harus yang ala cafe kan? Bisa disiasati beli kopi sachet, yang penting kopi,” lanjutnya.

    Tegas Melvin mengingatkan harus ada kemauan untuk menetapkan prioritas. Prioritas adalah kebutuhan yang apabila tidak terpenuhi dapat menyebabkan kerugian dan kesulitan sampai kematian. Selama kebutuhan yang padahal itu hanya keinginan semata, tetapi tidak mengakibatkan kerugian, kesulitan dan kematian, maka bukan prioritas.

    “Jadi kita bukan diatur tapi kita yang mengatur. Jangan ikut-ikutan. Kita punya kuasa atas kebutuhan kita tanpa ikut tren,” tukasnya.

    Financial Expert Gen Z Keuangan Melvin Mumpuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Andi Harun Soroti Lambatnya Transfer Dana Pemprov, Khawatir Hambat Pembangunan Samarinda

    Agustus 3, 2026

    Rencana Temui Menteri Keuangan, Kepala Daerah se-Kaltim Bahas Penguatan Fiskal Daerah

    Agustus 3, 2026

    Tak Lagi Sekadar Kumpulan Lagu, Playlist Jadi Cara Gen Z Mengekspresikan Diri

    Agustus 1, 2026

    National Girlfriend Day, Cara Gen Z Memaknainya Ternyata Beragam

    Agustus 1, 2026

    Fitur Baru Instagram, Instants: Spontan Atau Waspada?

    Mei 23, 2026

    Mengurai Benang Kusut Mitos Kesehatan: Panduan Hidup Sehat Tanpa Cemas Ala dr Tirta

    Mei 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    R’syaSeptember 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Budiman Tahir, akademisi sekaligus Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengapresiasi…

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026

    Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Samarinda Siapkan Pembelajaran Daring

    September 4, 2026

    Pemkot Satukan Data Proyek Pembangunan dalam Satu Sistem Digital

    September 4, 2026
    1 2 3 … 3,320 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.