Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Doa Bersama Jadi Aksi Simbolis, Massa Kaltim Siap Turun 21 April

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Pastikan Distribusi Aman, Renovasi SMP 2 Dikebut Usai Insiden

    April 19, 2026

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Sulit Tahan Nafsu Konsumtif, Financial Expert Bagi Solusinya
    Artikel

    Sulit Tahan Nafsu Konsumtif, Financial Expert Bagi Solusinya

    LarasBy LarasJanuari 13, 2025Updated:Januari 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Founder Finansialku.com Melvin Mumpuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Generasi Z atau generasi yang lahir pada 1997-2012 dinobatkan sebagai generasi paling konsumtif, dengan gaya hidup yang kerap melebihi kemampuan finansial.

    Sebagai Gen Z ataupun orang yang punya bakat boros tapi bukan lahir dari keluarga sultan, apakah anda ingin mengendalikan dorongan belanja tanpa harus merasa tersiksa?

    Seorang financial expert atau ahli keuangan menawarkan solusi praktis yang mudah diterapkan tanpa perlu membuat dompet “menjerit.” Apa rahasianya?

    Dalam Podcast Suara Berkelas Episode 14 berjudul “Harusnya Mindset Keuangan Para Sandwich Generation Tuh Gini!”, Founder Finansialku.com sekaligus ahli bidang finansial Melvin Mumpuni menjelaskan terdapat dua cara. Cara finance dan cara non-finance.

    Melalui cara finance, ada istilah budgeting atau membuat budget. Melvin mengibaratkan ini budgeting adalah seorang kiper. Budget yang keluar apakah sesuai kebutuhan atau tidak?

    “Kalau budget segini tapi yang dikeluarkan lebih banyak, kiper tidak bisa melewatkan. Kalau sesuai, berarti bisa. Disesuaikan kebutuhannya dengan kemampuan pengeluarannya,” kata Melvin.

    Budgeting bisa menggunakan metode 50:30:20 atau 50 persen untuk kebutuhan prioritas, seperti makan, kuota, pulsa, bensin, dan sebagainya. 30 persen untuk hiburan, seperti nonton, makan di luar, ngopi. Sedangkan, 20 persen untuk tabungan dan investasi.

    Ada juga yang menetapkan metode 40:30:20:10. Sama halnya seperti di atas, hanya saja kebutuhan prioritas hanya 40 persen dan 10 persen yang terakhir dialokasikan untuk sedekah.

    Untuk solusi secara non-finance, keuangan tidak selalu bisa soal uang itu sendiri. Sebagai ahli keuangan, Melvin sadar, uang tidak keluar dan masuk dengan kakinya sendiri, melainkan ada daya dorong dari manusianya.

    Melvin berpesan agar semua orang berprinsip mindful atau penuh kesadaran untuk mengelola dan menggerakkan uang mereka. Apabila memang memiliki keinginan kuat dalam menghibur diri melalui berbagai aktivitas boros, jangan lakukan tiap hari. Cukup satu kali seminggu agar hasrat boros tidak meronta-ronta.

    “Kalau doyan nonton dari subscribe platform apa misal, jangan. Harus secara sadar nonton cukup sekali seminggu di bioskop, sudah,” tegasnya.

    “Doyan ngopi? Ya tidak masalah. Cuman sadar juga, ngopi tidak harus yang ala cafe kan? Bisa disiasati beli kopi sachet, yang penting kopi,” lanjutnya.

    Tegas Melvin mengingatkan harus ada kemauan untuk menetapkan prioritas. Prioritas adalah kebutuhan yang apabila tidak terpenuhi dapat menyebabkan kerugian dan kesulitan sampai kematian. Selama kebutuhan yang padahal itu hanya keinginan semata, tetapi tidak mengakibatkan kerugian, kesulitan dan kematian, maka bukan prioritas.

    “Jadi kita bukan diatur tapi kita yang mengatur. Jangan ikut-ikutan. Kita punya kuasa atas kebutuhan kita tanpa ikut tren,” tukasnya.

    Financial Expert Gen Z Keuangan Melvin Mumpuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Dentang Waktu di Langit Malam, Kembang Api Tetap Jadi Ikon Pergantian Tahun

    Januari 1, 2026

    BPK Kaltim Apresiasi LKPD dan Tekankan Tanggung Jawab Keuangan

    Maret 26, 2025

    Ekowisata Rotan Long Beliu, Penjaga Hutan dan Meningkatkan Kesejahteraan

    Januari 29, 2025

    Kacang Koro Ternyata Potensial untuk Pengembangan Industri Pangan Nabati

    Januari 29, 2025

    Raffi Ahmad Ungkap Seni dan Riset Resep Wujudkan Indonesia Emas

    Januari 28, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Doa Bersama Jadi Aksi Simbolis, Massa Kaltim Siap Turun 21 April

    Ratu ArifanzaApril 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar doa…

    Pemkot Samarinda Pastikan Distribusi Aman, Renovasi SMP 2 Dikebut Usai Insiden

    April 19, 2026

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.