Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Subandi Dukung Proyek Pipa Mahakam, Dinilai Lebih Efisien dari Desalinasi
    DPRD Kaltim

    Subandi Dukung Proyek Pipa Mahakam, Dinilai Lebih Efisien dari Desalinasi

    SittiBy SittiJuly 16, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Proyek pipanisasi dari Sungai Mahakam dinilai sebagai solusi paling masuk akal atasi krisis air bersih di Balikpapan dan Bontang. Anggota Komisi III DPRD Kaltim Subandi, menyebut cara ini lebih efisien daripada desalinasi yang mahal dan rumit.

    Pasokan air bersih untuk Balikpapan selama ini terlalu bergantung pada danau-danau di sekitar jalan tol. Namun, seiring bertambahnya penduduk dan pesatnya pembangunan, sumber air tersebut sudah tidak lagi mampu menutupi kebutuhan warga.

    “Balikpapan dan Bontang ini sudah lama krisis air bersih. Kalau kita hanya mengandalkan danau atau sumber air baku kecil, itu nggak akan cukup. Maka pipanisasi dari Sungai Mahakam jadi pilihan paling rasional,” ujar Subandi saat ditemui Senin 14 Juli 2025.

    Meski investasi awal pembangunan pipa dari Mahakam terbilang besar, solusi ini tetap lebih murah dalam jangka panjang dibandingkan teknologi desalinasi. Menurutnya, biaya operasional dan perawatan pipa jauh lebih hemat daripada harus mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.

    “Kalau kita bandingkan, desalinasi itu mahal banget. Dari segi ekonomi, pipanisasi lebih masuk akal, dan secara teknis juga lebih mudah diterapkan,” ungkapnya.

    Selain mendukung pipanisasi, Subandi juga menyoroti persoalan distribusi air di Samarinda, meski kota ini memiliki Sungai Mahakam sebagai sumber air utama, beberapa wilayah masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Hal ini terjadi karena jaringan distribusi sekunder belum selesai dibangun, sehingga aliran air belum merata.

    “Kapasitas air di Samarinda sebenarnya cukup. Tapi distribusi sekundernya belum maksimal. Kalau jaringan itu selesai, masalah air bisa diatasi lebih cepat,” jelas Subandi.

    Ia juga meyakinkan masyarakat Samarinda bahwa pipanisasi ke Balikpapan dan Bontang tidak akan mengurangi pasokan air untuk warga Samarinda sendiri. Justru, Samarinda akan mendapatkan tambahan intake dari beberapa titik baru guna memperkuat suplai yang sudah ada.

    “Air Mahakam itu banyak, bukan berarti kalau dibagi ke Balikpapan, Samarinda jadi kekurangan. Nggak begitu. Justru akan ada peningkatan kapasitas juga untuk Samarinda,” kata politisi PKS tersebut.

    Subandi berharap proyek ini segera dijalankan, karena dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang dan menyelesaikan persoalan krisis air yang selama ini hanya ditangani secara darurat.

    “Kalau minyak saja bisa dialirkan lewat pipa ke luar pulau, masa air nggak bisa? Tinggal kemauan politik dan eksekusi di lapangan. Kalau serius, ini bisa jadi solusi permanen,” tambahnya.

    Ia juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bergerak bersama, agar pembangunan pipa Mahakam tidak lagi sekadar wacana. Dengan kerja sama dan dukungan anggaran yang tepat, Subandi optimistis masalah air bersih di Balikpapan, Bontang, dan Samarinda bisa tuntas.

    Anggota DPRD Kaltim Proyek Pipa Mahakam Subandi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    May 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    March 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    March 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    March 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    March 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    March 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.