Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Sri Wahyuni Serukan Intervensi Langsung Untuk Capai Target Stunting 12,83 Persen
    Diskominfo Kaltim

    Sri Wahyuni Serukan Intervensi Langsung Untuk Capai Target Stunting 12,83 Persen

    Adit MustafaBy Adit MustafaOktober 9, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    sri wahyuni
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni mengungkapkan keprihatinannya terhadap angka stunting yang masih mengkhawatirkan di Kalimantan Timur.

    Sri Wahyuni menyampaikan data stunting dari Dinas Kesehatan Kaltim mencapai 16.000 anak.

    “Berdasarkan data dari dinkes data stunting di Kaltim ini yang sudah dipastikan datanya, mencapai 16.000 anak,” ungkapnya dalam acara Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Kaltim di Hotel Mercure, Samarinda, Senin (9/10/2023).

    Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa jumlah anak atau keluarga yang berpotensi terkena stunting mencapai jutaan.

    Oleh karena itu, fokusnya bukan hanya pada penanganan, tetapi juga pada upaya pencegahan stunting.

    “Tetapi anak atau keluarga yang berpotensi terkena stunting itu berjumlah jutaan. Artinya fokus kita tidak hanya dari penanganan saja, tapi juga pencegahan,” sambungnya.

    Tercatat angka stunting di Provinsi Kalimantan Timur masih tinggi, dengan peningkatan prevalensi stunting dari 22,8 persen menjadi 23,9 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 dan 2022.

    Sri Wahyuni menegaskan perlunya intervensi langsung dalam upaya penurunan angka stunting di Provinsi Kaltim.

    “Stunting ini yang punya wilayah kabupaten dan kota. Tapi kita provinsi juga punya tanggung jawab. Kita harus mengintervensi secara langsung dalam percepatan penurunan stunting,” tegasnya.

    Tak hanya itu, lima kabupaten/kota di Kaltim juga mengalami tantangan serupa berupa peningkatan kasus stunting menurut data hasil SSGI 2021-2022.

    Paser dari 23,6 persen menjadi 24,9 persen, Kubar dari 15,8 persen menjadi 23,1 persen, Kukar dari 26,4 persen menjadi 27,1 persen, Balikpapan dari 17,6 persen menjadi 19,6 dan Samarinda dari 21,6 persen menjadi 25,3 persen.

    Provinsi Kaltim sendiri menargetkan penurunan angka stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024.

    Untuk mencapai target tersebut, diperlukan integrasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk bantuan keuangan dan alokasi dana desa.

    “Target tersebut harus disertai kebijakan integrasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri berupaya melakukan kebijakan melalui bantuan keuangan, penguatan alokasi dana desa,” imbuh Sri Wahyuni.

    Sri Wahyuni berharap kolaborasi dari semua pihak, termasuk kepala daerah, tim penangan percepatan stunting (TPPS), dan posyandu, agar bisa lebih aktif dalam memberikan pelayanan awal kepada masyarakat.

    “Saya harap komitmen kepala daerah, kemudian tim penanganan percepatan stunting (TPPS), dan kerja sama dari posyandu sebagai media ruang terdepan bisa lebih aktif lagi dalam memberikan pelayanan awal terhadap masyarakat,” tandasnya.

    Sekda Kaltim Sri Wahyuni Stunting TPPS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    Beban Pertahankan Juara Umum, 57 Kafilah Kaltim Jalani TC Sebulan di Jakarta

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    Agustus 6, 2026

    Pemerintah Pusat Nunggak Kurang Salur Dana Transfer sekitar Rp2 Triliun, Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu

    Agustus 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    AminahSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ada lebih dari 20 ribu anak di Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih…

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.