Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kompetisi Bola Tangan Jadi Ujian Kemampuan Atlet Samarinda Jelang Porprov VIII

    Agustus 26, 2026

    Perda Transportasi Samarinda Berlakukan Sanksi Parkir Sembarangan hingga Rp3 Juta

    Agustus 26, 2026

    Belajar Riset Dengan Kuliah, Mahasiswi Polnes Teliti Fasilitas dan Kepuasan Wisatawan

    Agustus 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes
    Kesehatan

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    R’syaBy R’syaJuli 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih Kota Samarinda sebagai lokus supervisi dan analisis pelaksanaan salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, yakni program HIV. Pemilihan tersebut didasarkan pada tingginya capaian SPM HIV Kota Samarinda yang mencapai 99,8 persen pada 2025.

    “Kenapa mereka datang ke Samarinda? karena capaian SPM kita untuk program HIV pada 2025 mencapai 99,8 persen atau hampir 100 persen. Di saat keterbatasan anggaran, dengan anggaran yang tidak terlalu besar tetapi capaiannya baik, itu yang menjadi salah satu alasan mereka datang ke Kota Samarinda,” ujarnya di Kantor Dinkes Samarinda, Jalan Milono, Selasa, 21 Juli 2026.

    Ismed menjelaskan, tim dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes datang untuk melakukan supervisi dan analisis pelaksanaan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni program HIV, sekaligus melihat strategi yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Ia menuturkan, HIV merupakan satu dari 12 indikator Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan yang menjadi fokus evaluasi. Dalam supervisi tersebut, Kemenkes meninjau pelaksanaan skrining sebagai upaya deteksi dini terhadap kasus HIV.

    “Dari target tahun lalu sekitar 59 ribu orang, kita berhasil melakukan skrining hingga 99,2 persen. Prinsip di bidang kesehatan, semakin banyak kita melakukan skrining, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat diobati, sehingga risiko kematian juga dapat ditekan,” tuturnya.

    Ismed menyebut keberhasilan tersebut dicapai melalui delapan langkah pengendalian HIV yang dijalankan sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Menurutnya, upaya pengendalian HIV tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

    Hingga Mei 2026, cakupan skrining HIV di Samarinda telah mencapai sekitar 45 persen dari target tahunan. Dari sekitar 19 ribu orang yang telah menjalani skrining, ditemukan lebih dari 180 orang terdiagnosis HIV. Sekitar 140 orang di antaranya telah menjalani pengobatan.

    Ia memastikan pengobatan HIV diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah maupun fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Selain itu, identitas pasien juga dijamin kerahasiaannya.

    Meski capaian skrining terus meningkat, Ismed menyampaikan stigma terhadap HIV masih menjadi tantangan terbesar dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

    “Yang harus dijauhi itu penyakitnya, bukan orangnya. Semakin cepat diperiksa dan diobati, peluang untuk hidup sehat juga semakin besar. Karena itu stigma harus terus kita hilangkan agar masyarakat tidak takut melakukan skrining,” tutupnya.

     

    Dinkes Samarinda HIV Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Festival Merah Putih Kaltim Sediakan CKG, Warga Untuk Periksa Kesehatan Dasar

    Agustus 22, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kompetisi Bola Tangan Jadi Ujian Kemampuan Atlet Samarinda Jelang Porprov VIII

    Ratu ArifanzaAgustus 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kompetisi olahraga dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet, karena memberikan…

    Perda Transportasi Samarinda Berlakukan Sanksi Parkir Sembarangan hingga Rp3 Juta

    Agustus 26, 2026

    Belajar Riset Dengan Kuliah, Mahasiswi Polnes Teliti Fasilitas dan Kepuasan Wisatawan

    Agustus 26, 2026

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,298 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.