Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Sensus Ekonomi Samarinda Capai 57 Persen, BPS Hadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat
    Ekonomi

    Sensus Ekonomi Samarinda Capai 57 Persen, BPS Hadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat

    IraBy IraJuli 23, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala BPS Samarinda, Supriyanto (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Samarinda telah memasuki bulan pertama dengan capaian pendataan sekitar 57 persen.

    Kepala BPS Samarinda Supriyanto, mengatakan, sebagian masyarakat masih memiliki stigma bahwa sensus berkaitan dengan pajak maupun pencabutan bantuan sosial. Kondisi tersebut diperparah dengan beredarnya berbagai opini di media sosial yang memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.

    “Dinamika di lapangan cukup beragam. Ada masyarakat yang khawatir pendataan ini berkaitan dengan pajak, ada juga yang takut bantuan sosialnya hilang. Ditambah lagi berbagai opini yang beredar di media sosial,” ujarnya di Kantor BPS Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.

    Untuk mengatasi hal tersebut, BPS terus memperkuat kapasitas petugas lapangan melalui pembekalan sekaligus meningkatkan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga aparat di tingkat bawah agar proses pendataan berjalan lancar.

    Menurut Supriyanto, Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali bertujuan memperbarui basis data ekonomi nasional. Data terakhir yang digunakan berasal dari tahun 2016 sehingga dinilai sudah tidak lagi menggambarkan kondisi dunia usaha saat ini yang berkembang sangat pesat, terutama di era digital.

    Ia menjelaskan, pembaruan data diperlukan agar pemerintah mampu menyusun kebijakan yang sesuai dengan perkembangan sektor usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha berbasis digital seperti perdagangan daring, transportasi online, hingga kreator konten.

    “Kalau masih menggunakan data 2016, tentu belum tentu sesuai dengan kondisi sekarang. Saat ini perkembangan usaha digital sangat pesat sehingga pemerintah membutuhkan data terbaru untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.

    Data sensus juga akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan regulasi yang memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha maupun konsumen. Misalnya, perlindungan terhadap transaksi perdagangan digital, layanan transportasi online, hingga berbagai aktivitas ekonomi baru yang terus berkembang.

    Supriyanto menegaskan, tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan merancang kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

    “Data menjadi fondasi penyusunan kebijakan. Kalau datanya tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, maka kebijakan yang dihasilkan juga berpotensi tidak tepat sasaran,” pungkasnya.

     

    BPS Samarinda Ekonomi Sensus ekonomi Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Seno Aji Targetkan Produktivitas Padi Kaltim Tembus 7 Ton per Hektare

    September 11, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Belanja Dituntut Berorientasi Hasil

    September 9, 2026

    Sawah Betapus Dilanda Kekeringan, Petani Khawatir Hasil Panen Anjlok

    September 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    R’syaSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim) Titit Lestari…

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.