Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    Juli 1, 2026

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang
    Pendidikan

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    SittiBy SittiJuli 1, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Perwakilan TRC PPA Kaltim bersama sejumlah wali murid saat melakukan audiensi dan menyerahkan berkas laporan sistem zonasi SPMB 2026 kepada Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Rabu, 1/7/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda tahun ajaran 2026 dinilai kacau dan mempersulit orang tua murid.

    Kebijakan sistem zonasi yang awalnya dirancang untuk pemerataan pendidikan, justru dituding memicu diskriminasi baru bagi calon siswa dari keluarga tidak mampu.

    Kondisi tersebut mendesak Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim mendatangi Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu, 1 Juli 2026.

    Lembaga ini membawa puluhan berkas aduan dari para orang tua murid yang anaknya terlempar jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka, bahkan sama sekali tidak mendapatkan kuota di sekolah negeri.

    Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengantongi sedikitnya 32 berkas laporan dari orang tua murid tingkat SMP yang sudah dilengkapi bukti-bukti fisik. Secara total, ada lebih dari 100 pelaporan serupa yang masuk ke lembaganya.

    “Kami menyerahkan bukti calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Jika hanya terlempar jauh, mungkin masih ada kesempatan. Namun, ini ada anak yang sama sekali tidak lolos bahkan setelah mendaftar di sembilan sekolah berbeda,” ujar Rina saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda.

    Salah satu kasus memprihatinkan yang menimpa seorang ibu tunggal Kecamatan Palaran. Akibat kaku dan tidak akuratnya sistem kuota serta zonasi, anak dari ibu tersebut justru terlempar ke wilayah Samarinda Seberang yang jaraknya sangat jauh dari kediaman mereka.

    “Sangat memprihatinkan, orang tua siswa ini adalah janda yang bekerja sebagai buruh serabutan dan tidak memiliki kendaraan. Sejak awal, mereka berharap bisa bersekolah di Palaran agar anaknya cukup bersepeda ke sekolah. Namun, anak ini malah terlempar ke Samarinda Seberang. Ini sudah sangat keterlaluan,” keluh Rina.

    Salah satu wali murid yang menjadi korban Nur warga Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, membenarkan situasi pelik tersebut. Ia menceritakan upayanya mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 14 Palaran, satu-satunya SMP negeri terdekat dari rumahnya, yang berujung pada penolakan beruntun.

    “Awalnya saya mencoba mendaftar melalui jalur afirmasi untuk keluarga miskin, tetapi langsung ditolak sistem karena masuk kategori desil lima. Padahal kondisi saya janda, bekerja buruh serabutan, dan rumah pun masih menyewa,” tutur Nur dengan nada kecewa.

    Setelah gagal di jalur afirmasi, Nur mencoba peruntungan melalui jalur zonasi di sekolah yang sama. Namun, sistem kembali menolaknya dengan alasan kuota pendaftaran telah penuh. Ironisnya, pihak sekolah menolak memberikan bantuan asistensi langsung dan meminta Nur melakukan pendaftaran daring secara mandiri dari rumah.

    “Akhirnya saya terpaksa menggeser pilihan ke wilayah Samarinda Seberang. Di sekolah pilihan keenam, yaitu SMP Negeri 36, anak saya baru bisa terdaftar. Namun, jaraknya mencapai 7,8 kilometer dari rumah. Bagaimana anak saya bisa ke sekolah setiap hari jika kami tidak punya kendaraan?” ucap Nur.

    Aduan tersebut diterima langsung oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Yakob Pangedongan, pihak legislatif berjanji akan menyerahkan berkas laporan dari TRC PPA Kaltim kepada pimpinan komisi untuk segera diselipkan dalam agenda rapat kerja bersama instansi terkait.

    “Keluhan dan bukti-bukti ini akan segera saya serahkan kepada Ketua Komisi II agar bisa langsung diselipkan dan dibahas dalam agenda rapat hari ini. Kami sangat prihatin melihat kondisi warga, seperti kasus ibu janda di Palaran yang anaknya terlempar ke Samarinda Seberang padahal tidak memiliki kendaraan,” kata Yakob.

    Namun demikian, dewan membutuhkan kelengkapan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum memanggil Disdikbud untuk meminta klarifikasi terkait keandalan sistem SPMB 2026.

    “Aturan memang harus ditegakkan, tetapi komplain dari masyarakat juga harus direspons dengan bijak. Yang terpenting, keluhan-keluhan ini harus didasari oleh bukti konkret agar kami memiliki dasar yang kuat dalam mengambil tindakan intervensi kebijakan,” pungkas Yakob.

    Rina zainun Sistem Zonasi SPMB 2026 TRC PPA
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Buntut Pembatalan Sepihak, LBH Samarinda Bersiap Bawa Sengketa Gratispol ke Meja Hijau

    Juni 30, 2026

    Guru Makin Rentan Terjerat Persoalan Hukum, PGRI Kaltim Bentuk Lembaga Bantuan Hukum

    Juni 29, 2026

    SPMB Tahap II Kaltim Tanpa Tes, Nilai Rapor Semester 1–5 Jadi Penentu Lolos SMA/SMK Negeri

    Juni 27, 2026

    Gangguan Server Warnai SPMB Terintegrasi Perdana di Kaltim, Jadi Sorotan Evaluasi

    Juni 26, 2026

    Kampus Masih Punya PR Besar Wujudkan Ruang Aman bagi Mahasiswa

    Juni 26, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan Distribusi Seragam Gratis Mulai Hari Pertama Sekolah

    Juni 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    SittiJuli 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Langkah pemerintah pusat yang gencar menggalakkan tiga pilar strategi pendidikan komprehensif yakni…

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026

    Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Beriringan Fokus Lengkapi Ekonomi Desa

    Juli 1, 2026

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Juli 1, 2026
    1 2 3 … 3,184 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.