Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Juni 19, 2026

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Selama PJJ, Jangan Beri Beban Siswa Terlampau Banyak
    Diskominfo Bontang

    Selama PJJ, Jangan Beri Beban Siswa Terlampau Banyak

    AdminBy AdminOktober 23, 202001 Min Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    .Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Saparudin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Angel – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Seorang siswa di Gowa, Sulawesi Selatan mengakhiri hidupnya lantaran depresi akibat banyaknya tugas sekolah selama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Saparudin memberi komentar seputar kejadian tersebut.

    Menurutnya, kejadian tersebut bukan kali pertama. Tidak sedikit peserta didik merasa depresi karena beban tugas yang menumpuk selama PJJ.

    Saparudin menuturkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan kepala sekolah maupun guru di Kota Bontang, terkait dengan perkembangan peserta didik dalam pelaksanaan PJJ.

    “Sering kami adakan pertemuan kepala sekolah. Kami juga selalu berkomunikasi kepada guru-guru lewat WA. Kalau memberi tugas itu jangan terlalu banyaklah,” kata Saparudin saat ditemui di Gedung Autis Centre Bontang, Jumat (23/10/2020).

    Dikatakan Saparudin beban mata pelajaran yang diterima siswa menjadi masalah utama, maka kurikulum disederhanakan agar dapat mengurangi beban tugas peserta didik.

    “Ada memang tugas itu wajib karena itu harus dikerjakan. Tapi kalau melampau target tidak mungkinlah. Oleh karena itu kurikulum disederhanakan, tujuannya untuk mengurangi beban tugas siswa,” terangnya.

    Saparudin berharap pelajar Bontang dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat termonitor dengan baik.

    “Untuk pelajar Bontang saya rasa insyaallah sudah aman kok, kami juga selalu memantau,” terangnya.

    Kadisdikbud Bontang Saparudin-Disdik Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Nur AjijahJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga saat ini, sebanyak 18 ribu warga, penerima manfaat telah terdata dan memperoleh…

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,156 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.