Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Musda Golkar Samarinda Mengarah ke Aklamasi, Andi Satya Calon Tunggal

    July 28, 2026

    Guru Swasta Kaltim Terancam Terima Insentif Rp400 Ribu, Penerima Bakal Dikurangi

    July 28, 2026

    Wagub Kaltim Imbau Santri Buka Suara Jika Ada Pimpinan Ponpes Menyimpang Segera Laporkan

    July 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Sambut Tahun Ajaran Baru, Praktisi Pendidikan Desak MPLS Digital Bebas Perundungan
    Pendidikan

    Sambut Tahun Ajaran Baru, Praktisi Pendidikan Desak MPLS Digital Bebas Perundungan

    SittiBy SittiJuly 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi suasana MPLS di era digital (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak bagi ribuan siswa baru dijadwalkan bergulir pada 13 Juli 2026. Memasuki era digital yang kian kompleks, sekolah-sekolah dituntut merombak total format orientasi klasik demi mengantisipasi ancaman baru berupa perundungan siber serta tekanan mental pada remaja.

    Teks: Praktisi Pendidikan Dr. Abdul Rozak Fahrudin (Dokpri)

    Praktisi Pendidikan Abdul Rozak Fahrudin mengingatkan, MPLS tidak boleh lagi sekadar berjalan seadanya atau terjebak dalam formalitas pengenalan fasilitas fisik sekolah.

    Mengacu pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru, esensi orientasi wajib mengedepankan iklim ramah anak dan penguatan karakter.

    “Tantangan di tahun 2026 ini jauh lebih kompleks. Anak-anak datang dengan gawai di tangan dan terpapar informasi yang sangat cepat, namun di sisi lain mereka juga menjadi sangat rentan terhadap perundungan siber dan tekanan mental. Karena itu, MPLS harus dirancang sebagai ruang aman pertama bagi siswa untuk tumbuh,” ujar Abdul Rozak kepada Insitekaltim, Kamis, 9 Juli 2026.

    Berdasarkan evaluasi dunia pendidikan, paradigma lama MPLS yang kerap diidentikkan dengan aktivitas perpeloncoan, tugas tidak rasional, serta atmosfer intimidatif dari senior kini harus dipangkas habis.

    Sekolah didorong memanfaatkan momentum ini untuk mendeklarasikan gerakan Zero Bullying secara konkret di lingkungan pendidikan.

    Metode penyampaian materi juga dituntut beralih dari ceramah satu arah menjadi forum aktif seperti talkshow, lokakarya, hingga simulasi edukatif. Komisi penyelenggara disarankan melibatkan psikolog dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memetakan mitigasi kekerasan verbal maupun digital.

    “MPLS itu bukan untuk menguji mental, melainkan untuk menguatkan mental siswa,” kata Rozak.

    Selain edukasi kesehatan mental, literasi digital menjadi materi krusial yang wajib diberikan kepada siswa baru. Di tengah masifnya penggunaan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan media sosial, siswa perlu dibekali kemampuan menyaring informasi serta pemahaman konsekuensi hukum terkait jejak digital.

    Tuntutan pelaksanaan MPLS yang humanis tidak hanya datang dari kalangan praktisi, melainkan juga menjadi desakan utama dari para orang tua murid. Wali murid berharap sekolah mampu menjamin pengawasan ketat guna mengeliminasi praktik senioritas berlebihan di luar lingkaran pengawasan guru.

    Guna memastikan transparansi kegiatan harian, kolaborasi antara sekolah dan orang tua kini diperketat melalui integrasi saluran komunikasi digital terpadu selama masa orientasi berlangsung.

    “Kami ingin siswa menyelesaikan masa MPLS dengan membawa tiga hal utama keberanian, keilmuan, dan empati. Pada akhirnya, mendidik anak tidak bisa hanya mengandalkan durasi tujuh jam di sekolah. Perlu ada sinergi dan komunikasi yang terbuka antara guru di kelas dengan orang tua di rumah,” tutur Rozak

    Melalui standarisasi MPLS 2026 yang berbasis pada rasa aman dan penghargaan terhadap potensi individu, institusi pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki ketahanan moral dan mental dalam menghadapi ekosistem digital.

     

    Abdul Rozak Fahrudin Pendidikan Sekolah Tahun Ajaran Baru
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Guru Swasta Kaltim Terancam Terima Insentif Rp400 Ribu, Penerima Bakal Dikurangi

    July 28, 2026

    Sekolah Masih Menumpang, DPRD Kaltim Minta Anggaran Pendidikan Fokus Tuntaskan Infrastruktur

    July 27, 2026

    Putus Kontrak Dua Tahun Berturut-turut, Penyelesaian Proyek Sekolah Kaltim Kembali Dianggarkan

    July 27, 2026

    Sekolah Sudah Masuk, Seragam Gratispol Kaltim Masih Diproduksi

    July 27, 2026

    Dikiranya Keren, Ternyata Jurusan Kuliah Favorit Orang Indonesia Ini Malah Dibuang oleh China

    July 26, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Musda Golkar Samarinda Mengarah ke Aklamasi, Andi Satya Calon Tunggal

    SittiJuly 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda mengerucut hanya pada satu…

    Guru Swasta Kaltim Terancam Terima Insentif Rp400 Ribu, Penerima Bakal Dikurangi

    July 28, 2026

    Wagub Kaltim Imbau Santri Buka Suara Jika Ada Pimpinan Ponpes Menyimpang Segera Laporkan

    July 28, 2026

    Kaltim Deklarasikan Gernas RANA, Upaya Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Pesantren

    July 28, 2026

    Andi Harun: Samarinda Maju Tak Boleh Kehilangan Identitas Budaya

    July 28, 2026
    1 2 3 … 3,243 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.