Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Komunitas Sape Kaltim Libatkan Generasi Muda untuk Cetak Regenerasi Pelaku Seni

    Juni 28, 2026

    Festival Pesona Nusantara Buka Ruang Promosi bagi 60 UMKM Lokal

    Juni 28, 2026

    Festival Pesona Nusantara Jadi Upaya Menjaga Budaya Tetap Relevan di Era Modern

    Juni 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Sambut Pesta Demokrasi, Nidya Listiyono Gaungkan Pemilih Cerdas
    DPRD Kaltim

    Sambut Pesta Demokrasi, Nidya Listiyono Gaungkan Pemilih Cerdas

    Adit MustafaBy Adit MustafaOktober 9, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nidya listiyono
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono menyoroti isu money politics dalam pemilu saat acara sosialisasi terkait Perda Provinsi Kaltim Nomor 4 tahun 2022 di Jalan Wijaya Kusuma, Samarinda, Minggu (8/10/2023).

    Politikus dari Partai Golkar ini dengan tegas menyatakan bahwa masyarakat harus bijak dalam memilih calon legislatif (caleg) mereka.

    Nidya Listiyono mengingatkan bahwa hak pilih adalah alat untuk membawa kemajuan, dan memilih calon hanya berdasarkan money politics yang sementara tidak akan memberikan manfaat jangka panjang.

    “Masyarakat harus pintar memilih caleg. Mau pilih money politics yang satu hari saja atau lima tahun ke depan. Jangan salahkan caleg atas kemauan sendiri, menerima money politics dalam semalam. Karena jika mereka sudah menjadi anggota legislatif, mereka merasa sudah membayar kalian,” ungkapnya.

    Selain itu, Nidya Listiyono juga mengingatkan pentingnya peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi kegiatan Pemilu 2024 untuk mencegah money politics.

    Ia berharap agar pihak yang terlibat dalam pengawasan pemilu tetap aktif dalam memastikan integritas proses pemilu. Namun, dia juga menekankan bahwa tanggung jawab utama ada pada masyarakat untuk menolak praktik money politics.

    “Saya harap pihak-pihak yang hadir dalam pengawasan pemilu, harus aktif dalam mengawasi kegiatan kampanye untuk mencegah terjadinya money politics. Namun kembali lagi kepada masyarakatnya, mereka punya pilihan untuk menolak hal tersebut,” tegasnya.

    Nidya Listiyono juga mengajak masyarakat Kaltim untuk menggunakan hak pilih mereka dengan bijak dan tidak golput pada pemilu serentak tahun 2024.

    “Saya menyerukan kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk menggunakan hak suaranya secara bijaksana, karena masa depan Kaltim ini ada di tangan kalian,” ungkapnya.

    Ia meminta agar masyarakat memilih caleg yang dianggap memiliki potensi dalam memajukan daerah pemilihan masing-masing.

    Sementara itu, tercatat bahwa pada Pilkada 2019 di Samarinda, angka golput mencapai 48,16 persen dari target pemilih sebesar 77,5 persen.

    Data Pemilih Tetap (DPT) menunjukkan bahwa sebanyak 576.981 orang memiliki hak pilih, tetapi saat rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di Samarinda, 292.892 masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya, alias golput.

    Partisipasi pemilih di Kaltim, Mahakam Ulu menempati posisi pertama dengan 75,41 persen, diikuti oleh Kutai Barat 71,14 persen, Bontang 70,78 persen, Berau 68,42 persen, Paser 67,23 persen, Kutim 63,64 persen, Balikpapan 59,47 persen, Kukar 56,67 persen, dan Samarinda menduduki posisi terakhir dengan 51,84 persen.

    Melihat angka golput tersebut, Nidya Listiyono juga meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih proaktif dalam memberikan informasi tentang proses pemilu, tata cara pencoblosan, serta menyampaikan pemahaman mengenai dampak dan konsekuensi dari tingginya angka golput.

    “KPU harus lebih bekerja keras memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya partisipasi pemilih,” imbuhnya.

    Bawaslu caleg DPRD Kaltim Nidya Listiyono
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Paripurna DPRD Kaltim Tertunda, Sekda Bantah Pemprov Sengaja Abaikan Agenda Dewan

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Untuk Dapat Layanan Medis Lanjutan, Masyarakat Pedalaman Harus Ke Samarinda dan Balikpapan

    Juni 18, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Komunitas Sape Kaltim Libatkan Generasi Muda untuk Cetak Regenerasi Pelaku Seni

    R’syaJuni 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komunitas Sape Kaltim sekaligus kru Juragan Entertainment Putra Olimpy mengatakan regenerasi…

    Festival Pesona Nusantara Buka Ruang Promosi bagi 60 UMKM Lokal

    Juni 28, 2026

    Festival Pesona Nusantara Jadi Upaya Menjaga Budaya Tetap Relevan di Era Modern

    Juni 28, 2026

    Kepala BPS RI Imbau Masyarakat Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

    Juni 27, 2026

    Kehadiran Kopdes Merah Putih Jadi Peluang Bangun Sinergi Antarlembaga Ekonomi Desa

    Juni 27, 2026
    1 2 3 … 3,177 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.