Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    Juli 14, 2026

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit
    Samarinda

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    SittiBy SittiMei 23, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan menyoroti sedimentasi drainase dan penyempitan anak sungai sebagai penyebab genangan masih terjadi. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Curah hujan yang hampir terjadi setiap hari kembali memunculkan genangan di sejumlah titik Kota Samarinda. Kondisi ini memicu sorotan DPRD Samarinda terhadap sistem penanganan banjir yang dinilai masih belum terintegrasi dan cenderung sporadis.

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Arif Kurniawan mengatakan penanganan banjir tidak cukup hanya membangun drainase atau memperbesar parit di beberapa titik tanpa perencanaan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

    “Pemkot perlu mengkaji penanganan banjir secara komprehensif. Jangan sporadis. Bikin parit tapi sodetannya enggak dibuat, enggak nembus. Bikin drainase tapi elevasinya enggak dilihat,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.

    Seperti proyek drainase di kawasan Juanda yang sempat dibongkar kembali karena aliran air tidak mengarah ke anak sungai sebagaimana mestinya. Persoalan seperti itu menunjukkan lemahnya perencanaan teknis dalam proyek pengendalian banjir.

    “Yang di Juanda itu, belum setahun sudah dibongkar lagi karena airnya tidak mengalir masuk ke anak sungai,” katanya.

    Penanganan banjir di Samarinda seharusnya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik drainase, tetapi juga mencakup pembangunan folder, sodetan, kolam retensi hingga normalisasi sungai secara berkala.

    Sedimentasi yang tinggi akibat aktivitas galian tanah dan endapan lumpur membuat banyak drainase dan anak sungai mengalami pendangkalan sehingga aliran air tidak berjalan maksimal.

    “Normalisasi itu penting. Jangan cuma dilebarkan, tapi pengerukan rutin juga harus dilakukan. Samarinda ini sedimentasinya tinggi,” tegasnya.

    Banyaknya anak sungai yang kini menyempit akibat bangunan permukiman di bantaran sungai. Kondisi tersebut membuat air hujan sulit mengalir menuju Sungai Karang Mumus maupun Sungai Mahakam ketika curah hujan tinggi dan air pasang terjadi bersamaan.

    “Di Loa Bakung begitu, di Teluk Lerong juga begitu. Anak sungainya sudah sempit karena kanan kirinya dibangun rumah,” katanya.

    Selain faktor infrastruktur, Arif juga menyinggung rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase, pernah ditemukan tumpukan sampah botol plastik memenuhi saluran air di kawasan Air Hitam.

    “Penanganan banjir ini bukan cuma tugas pemkot, tapi kita semua. Masyarakat juga harus disiplin buang sampah,” ujarnya.

    Dalam upaya jangka panjang, DPRD Samarinda saat ini tengah menyiapkan rancangan aturan mengenai sempadan sungai. Regulasi itu nantinya akan mengatur larangan pembangunan di area sekitar 10 meter dari tepi sungai guna menjaga ruang aliran air.

    Kebijakan tersebut tidak mudah diterapkan karena banyak permukiman warga yang sudah berdiri di bantaran sungai selama bertahun-tahun. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan relokasi dan dasar hukum yang kuat sebelum penertiban dilakukan.

    “Kalau anak-anak sungai ini tidak dibenahi, air dari mana-mana akhirnya enggak bisa keluar. Pas hujan deras dan air pasang, ya tetap banjir,” katanya.

    Persoalan sedimentasi dan penyempitan aliran sungai juga sebelumnya menjadi perhatian berbagai pihak di Samarinda. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV bersama pemerintah daerah diketahui terus melakukan normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir untuk mengurangi genangan di sejumlah titik kota.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026

    Gandeng Distributor Grosir, Bazar Sekolah Samarinda Ulu Permudah Wali Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    PT PSB Persilakan Sengketa Ketenagakerjaan hingga Dugaan Pelanggaran Diuji di Pengadilan

    Juni 30, 2026

    Blasting PT PSB Disorot, Warga Keluhkan Debu Ganggu Kesehatan Anak hingga Air Hujan

    Juni 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    R’syaJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Meski revitalisasi pasar telah rampung, penataan kios di Pasar Pagi Samarinda masih…

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,214 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.