Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Ribuan Massa Aliansi Mahakam Geruduk DPRD Kaltim, Isu Tunjangan DPR hingga RUU Kontroversial Jadi Sorotan
    Kaltim

    Ribuan Massa Aliansi Mahakam Geruduk DPRD Kaltim, Isu Tunjangan DPR hingga RUU Kontroversial Jadi Sorotan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 1, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Aliansi Mahakam) menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin, 1 September 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Aliansi Mahakam) menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin, 1 September 2025.

    Massa mulai bergerak sejak siang hari melalui long march dari Islamic Center menuju Karang Paci. Dengan atribut almamater, bendera organisasi intra-ekstra kampus, hingga poster-poster kritis, mereka memenuhi jalan protokol menuju gedung dewan.

    Suasana kian riuh saat mahasiswa mendekati pagar DPRD yang dijaga ketat aparat, bahkan beberapa sempat memanjat barikade kawat berduri untuk membentangkan spanduk penolakan praktik korupsi.

    Aksi ini membawa 11 tuntutan utama, mulai dari penolakan RUU KUHP, desakan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Perampasan Aset, hingga isu kesejahteraan guru, dosen, serta buruh.

    Selain itu, sorotan terhadap tunjangan mewah DPR menjadi isu sentral yang digaungkan massa.

    “Kami melihat pernyataan presiden soal tunjangan DPR belum jelas. Di Kaltim, praktik KKN dan kejahatan ekologis masih marak. Hasil sumber daya alam tidak kembali ke masyarakat, dan ini harus dihentikan,” tegas Humas Aliansi Mahakam, Syafrudin, dari atas mobil komando.

    Dalam orasi yang bergantian, mahasiswa juga menyinggung keresahan masyarakat sehari-hari, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum dirasakan sebagian warga, hingga kritik keras terhadap keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil.

    “Tugas tentara menjaga perbatasan, bukan menghadang mahasiswa,” teriak seorang orator, disambut sorakan massa.

    Suasana sempat memanas ketika sejumlah oknum melempar botol plastik hingga batu kecil ke arah aparat. Seorang pemuda yang diduga provokator bahkan diamankan oleh tim internal demonstrasi setelah melempar benda ke arah kerumunan sendiri.

    Meski demikian, koordinator lapangan segera menenangkan massa agar tidak terprovokasi.

    Menjelang sore, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud akhirnya turun langsung menemui massa, didampingi beberapa anggota dewan lainnya. Dengan pengeras suara, ia menegaskan bahwa DPRD mendengar dan memahami keresahan mahasiswa, serta berkomitmen menindaklanjuti aspirasi melalui mekanisme resmi.

    “Kami tidak menutup mata. Aspirasi ini akan kami masukkan dalam rekomendasi resmi dewan agar memiliki dasar hukum kuat sebelum disampaikan ke DPR RI maupun kementerian terkait,” ucap Hasanuddin.

    Ia menambahkan, tuntutan mahasiswa mengenai RUU KUHP maupun isu kesejahteraan rakyat memang sudah lama menjadi perhatian publik.

    Menurutnya, pertemuan langsung dengan mahasiswa adalah bentuk penghargaan terhadap peran mereka sebagai agen perubahan.

    “Tugas kami menjembatani suara masyarakat daerah dengan pemerintah pusat,” tegasnya.

    Meski pertemuan dengan pimpinan dewan sempat meredakan ketegangan, hingga pukul 18.00 WITA massa tetap bertahan di depan gedung DPRD. Aparat akhirnya menembakkan water canon untuk membubarkan kerumunan secara paksa.

    Aksi Aliansi Mahakam hari itu mencatatkan sejarah baru gerakan mahasiswa di Samarinda: gabungan suara buruh, tani, dan rakyat kecil yang menyuarakan keresahan kolektif.

    Meski diwarnai ketegangan, solidaritas massa tetap membara, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Bumi Etam tidak bisa diabaikan begitu saja.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    Hangatkan Hari Raya Dengan Kepedulian di Iduladha, PWI Kaltim Salurkan Kurban bagi Insan Pers

    Mei 28, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.